Ribuan Massa Di Selandia Baru Demo Tolak Kebijakan Wajib Vaksin COVID-19 Dan Lockdown
Dunia

Kasus COVID-19 di Selandia Baru mengalami kenaikan, sehingga membuat pemerintah memperketat pembatasan dan mewajibkan vaksinasi. Namun kebijakan ini mendapat penolakan.

WowKeren - Kondisi pandemi COVID-19 di Selandia Baru tampaknya semakin buruk. Seperti yang terjadi baru-baru ini, Selandia Baru melaporkan kasus COVID-19 harian baru di atas 200 infeksi untuk pertama kalinya sejak pandemi.

Untuk mengatasi lonjakan kasus COVID-19 tersebut, Selandia Baru diketahui kembali memperketat pembatasan-pembatasan dan mewajibkan warganya untuk divaksin. Akan tetapi, kebijakan ini justru menuai aksi protes dari ribuan masyarakat.

Ribuan massa tersebut menggelar aksi demo dan memprotes kebijakan Selandia Baru terkait kewajiban vaksin COVID-19 dan penguncian wilayah atau lockdown. Dengan adanya demo ini, maka semua pintu masuk ke gedung parlemen ditutup. Adapun demo ini berlangsung pada Selasa (9/11). Kemudian, personel keamanan juga ditingkatkan.

Massa demo tersebut diketahui berkumpul di pusat Wellingtoon dan di luar gedung parlemen. Banyak orang yang terlihat memegang tanda dan plakat dengan pesan seperti "kebebasan" dan "kiwi bukan tikus lab", kemudian menyuarakan penolakan akan vaksinasi COVID-19. Mereka meminta agar pemerintah membatalkan kebijakan wajib vaksinasi dan mencabut pembatasan.


"Saya tidak akan dipaksa dan saya tidak akan dipaksa untuk mengambil sesuatu yang tidak saya inginkan dalam tubuh saya," ujar salah seorang pengunjuk rasa di depan gedung parlemen. "Saya meminta (pemerintah) untuk mengembalikan 2018. Sesederhana itu. Saya ingin kebebasan saya kembali."

Selandia Baru saat ini tengah berjuang untuk melawanwabah varian Delta yang sangat menular. Dengan adanya varian Delta ini, Perdana Menteri Jacinda Ardern dengan terpaksa untuk beralih strategi eliminasi melalui penguncian ke hidup berdampingan dengan virus melalui vaksinasi COVID-19 yang lebih tinggi.

Sebelumnya, Ardern telah mengumumkan bahwa guru dan pekerja di sektor kesehatan, serta disabilitas perlu divaksinasi penuh COVID-19. Ia lantas menyampaikan akan mengkahiri pembatasan apabila vaksinasi telah mencapai 90 persen.

Kebijakan Ardern itu justru semakin memicu krtik dari warganya. "Perlakukan kami seperti manusia, Saya di sini untuk kebebasan. Pemerintah, apa yang mereka lakukan, adalah anti-kebebasan," seru pengunjuk rasa.

Meski demikian, secara global, Selandia Baru masih menjadi negara dengan kasus COVID-19 terendah. Dengan kasus kurang dari 8 ribu kasus dan 32 kematian yang sejauh ini telah dilaporkan.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait