Varian Omicron yang disebut sebagai varian dengan tingkat penularan sangat tinggi, kini telah ditemukan di 42 negara. Dengan menyebarnya varian ini, banyak negara yang menutup perjalanan internasional.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Selasa, 07 Desember 2021 - 18:20 WIB
WowKeren - Saat ini, masing-masing negara di dunia tengah mewaspadai varian baru COVID-19 yang secara resmi pertama kali ditemukan di Afrika Selatan yakni Omicron. Varian ini kini semakin menyebar ke banyak negara di dunia.
Melansir UPI 12 hari setelah kasus Omicron pertama kali dilaporkan di Afrika Selatan, varian ini kini telah menyebar ke sekitar 42 negara. Meski demikian, belum ada laporan mengenai kematian akibat varian Omicron.
Pada pekan lalu, diketahui ada sekitar 12 negara yang mengumumkan menemukan infeksi COVID-19 varian Omicron. Amerika Serikat (AS) ditambahkan ke daftar negara yang telah mengkonfirmasi varian Omicron pada pekan lalu, kini jumlah kasusnya sekitar 20 kasus.
Sementara itu, sejak ditemukannya varian Omicron dan menyebar ke berbagai negara, Denmark dan Inggris disebut sebagai negara yang "mempin" sebaran mutasi COVID-19 itu. Per Minggu (5/12), Denmark telah melaporkan 183 kasus yang terdiri dari, 183 kasus dikonfirmasi dan 42 dicurigai. Sehingga kasus COVID-19 di Denmark saat ini bertambah 3.026 kasus, dengan total 509.111 kasus.
Sementara itu, di Inggris, memiliki 246 kasus, termasuk tambahan 86 kasus baru pada Minggu (5/12). Semenjak penemuan kasus varian Omicron, pejabat kesehatan di Inggris mengumumkan bahwa semua pengunjung internasional akan diminta untuk melakukan tes COVID-19 sebelum bepergian.
Di sisi lain, menurut para ahli, Eropa ditunjuk oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai "pusat" virus, yang dipicu oleh varian pendahulunya, Delta yang sangat menular tetapi tidak hampir menular seperti Omicron. Sudah hampir dua tahun setelah kasus pertama COVID-19 ditemukan di Tiongkok, telah menewaskan 5.270.446 orang di seluruh dunia. Adapun angka ini berdasarkan data dari Worldmeters.info pada Minggu (5/12).
Meski ada lonjakan akibat varian Delta, tetapi situasinya telah stabil. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan kematian mingguan yang kini berada di angka 0,3 persen, dan peningkatan kasus sebesar 6 persen.
Masih melansir UPI, sejak ditemukannya varian Omicron, sejumlah negara menerapkan kebijakan untuk menutup perjalanan internasional dari Afrika Selatan, dan negara-negara terdekat. Seperti yang dilakukan oleh Israel menutup seluruh penerbangan internasional, berlaku sejak Minggu (5/12).
(wk/tiar)