Pejabat Kesehatan Afsel Sebut Varian Omicron Dorong Peningkatan 'Eksponensial' Kasus COVID-19
Unsplash
Dunia

Dr Michelle Groome dari Institut Nasional untuk Penyakit Menular (NICD) Afrika Selatan mengatakan ada 'peningkatan eksponensial' kasus COVID-19 selama dua minggu terakhir.

WowKeren - Pejabat kesehatan di Afrika Selatan menyatakan Varian Omicron memicu kenaikan kasus COVID-19 yang "mengkhawatirkan". Varian itu juga dengan cepat menjadi strain dominan di Afrika Selatan.

Dr Michelle Groome dari Institut Nasional untuk Penyakit Menular (NICD) Afrika Selatan mengatakan ada "peningkatan eksponensial" kasus COVID-19 selama dua minggu terakhir. Rata-rata mingguan yang awalnya hanya 300 kasus COVID-19 baru per hari naik menjadi 1.000 kasus minggu lalu, dan sekarang menjadi 3.500 kasus baru per hari.

"Tingkat peningkatannya mengkhawatirkan," tutur Groome.

Menurut NICD, 74 persen dari semua genom virus yang telah diurutkan bulan lalu adalah Varian Omicron. Varian ini pertama kali ditemukan dalam sampel yang diambil pada 8 November di Gauteng, provinsi terpadat di Afrika Selatan.


Data epidemiologi awal NICD menunjukkan bahwa Varian Omicron mampu menghindari beberapa kekebalan, tetapi vaksin yang ada seharusnya masih bisa melindungi tubuh dari penyakit parah dan kematian. Kepala eksekutif BioNTech, Ugur ahin, mengatakan vaksin yang dibuatnya dalam kemitraan dengan Pfizer kemungkinan akan menawarkan perlindungan yang kuat terhadap penyakit parah dari Omicron.

Di sisi lain, negara yang telah mengkonfirmasi kasus Varian Omicron kini semakin bertambah. Uni Emirat Arab dan Korea Selatan yang sudah memerangi wabah dan infeksi harian yang memburuk juga telah mengkonfirmasi kasus varian Omicron.

Usai mendeteksi lima kasus Varian Omicron pertama, Korsel langsung memberlakukan lebih banyak pembatasan perjalanan. Otoritas Korsel menghentikan pengecualian karantina untuk pelancong masuk yang divaksinasi penuh selama dua minggu. Kini mereka semua wajib dikarantina 10 hari.

Pada Kamis hari ini, angka infeksi COVID-19 harian di Korsel mencapai rekor dengan mencatat lebih dari 5.200 kasus. Sebelumnya, Korsel telah melonggarkan pembatasan pada awal bulan ini, namun sejak saat itu kasus COVID-19 mengalami lonjakan. Kehadiran Varian Omicron juga memicu kekhawatiran baru tentang tekanan pada sistem rumah sakit yang sudah terbebani.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait