Gubernur Jatim Khofifah Minta Masyarakat Tak Berfoto di Kampung Terdampak Erupsi Gunung Semeru
Nasional
Erupsi Semeru

Sebelumnya, Bupati Lumajang telah meminta masyarakat yang tidak berkepentingan tak masuk ke lokasi bencana erupsi. Kini, Gubernur Jatim meminta masyarakat tak menjadikan lokasi terdampak sebagai objek wisata.

WowKeren - Pada pekan lalu, masyarakat Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dilanda bencana alam erupsi Gunung Semeru. Dampak dari erupsi ini dirasakan oleh ribuan jiwa. Bahkan memakan puluhan korban jiwa.

Sementara itu, diketahui banyak masyarakat yang menjadikan kampung terdampak erupsi Gunung Semeru sebagai "tempat wisata". Tidak sedikit masyarakat yang melakukan swafoto atau selfie di kampung tersebut.

Hal itu lantas memicu reaksi keras dari Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa. Khofifah meminta agar masyarakat tidak menjadikan kampung terdampak erupsi itu sebagai objek wisata dan foto-foto.

Selain itu, Khofifah meminta agar masyarakat bisa berempati dan menjaga perasaan para penduduk yang menjadi korban erupsi Gunung Semeru. Ia lantas menyebut bahwa dengan menjadikan kampung terdampak erupsi sebagai lokasi wisata itu justru akan menambah duka dari para penduduk yang menjadi korban, terlebih kesedihan mereka belum usai.


"Masyarakat Jatim yang baik, mari bangun empati dan jaga perasaan korban, dan keluarganya, dengan tidak menjadikan lokasi bencana sebagai arena wisata dan selfie," tegas Khofifah dalam sebuah keterangan, Senin (13/12). "Kesedihan mereka belum usai, jadi jangan menambah duka mereka ya, demi eksistensi di media sosial."

Sebelumnya, Bupati Lumajang Thoriqul Haq merasa geram dengan sikap masyarakat yang justru seolah-olah bahagia atas erupsi Gunung Semeru dengan menjadikannya tempat berfoto. Ia lantas menegaskan bahwa hal tersebut bukan lah sebuah tontonan, apalagi tempat wisata.

Cak Thoriq, panggilan akrabnya, lantas meminta warga yang tidak memiliki kepentingan untuk tidak ikut masuk ke lokasi bencana. Hal ini dikarenakan kehadiran mereka bisa menghambat dan mengganggu proses evakuasi sekaligus bisa membahayakan diri sendiri apabila erupsi Gunung Semeru sewaktu-waktu terjadi kembali.

Sementara bagi masyarakat yang hendak menyalurkan bantuan untuk korban erupsi Gunung Semeru, Cak Thoriq menuturkan bisa mendistribusikannya ke posko-posko pengungsian. Adapun seujmlah posko pengungsian telah disiagakan di sepanjang jalan raya Pronojiwo.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts