Geram Lokasi Bencana Erupsi Semeru Dijadikan Tempat Selfie, Bupati Lumajang: Ini Bukan Tontonan
Instagram/thoriqul.haq
Nasional
Erupsi Semeru

Kala meninjau proses evakuasi korban dan pembersihan material vulkanik di rumah warga di Dusun Sumbersari, Bupati Lumajang melihat banyak orang tak berkepentingan membuat macet akses jalan dari zona bencana.

WowKeren - Sebanyak 39 orang dilaporkan meninggal dunia pasca erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (4/12) lalu. Ribuan warga juga terpaksa mengungsi karena guguran awan panas dan lahar Gunung Semeru merusak rumah mereka.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq lantas tak terima saat wilayah yang terdampak bencana erupsi Gunung Semeru dijadikan tempat foto selfie oleh warga atau wisatawan yang tidak berkepentingan. Kala meninjau proses evakuasi korban dan pembersihan material vulkanik di rumah warga di Dusun Sumbersari, bupati yang akrab disapa Cak Thoriq itu melihat banyak orang tak berkepentingan membuat macet akses jalan dari zona bencana.

"Soal yang ingin foto-foto itu, jeprat-jepret, foto-foto, sudah. Bukan waktunya sekarang, ini bukan tontonan, bukan tempat pariwisata," tegasnya pada Kamis (9/12).


Lebih lanjut, Cak Thoriq meminta warga yang tak memiliki kepentingan untuk tidak ikut masuk ke lokasi bencana. Pasalnya, mereka bisa menghambat proses evakuasi sekaligus membahayakan diri sendiri apabila erupsi Gunung Semeru sewaktu-waktu terjadi kembali.

"Fokusnya ini evakuasi dulu, waktunya seminggu sejak hari H dan sekarang fokus ke evakuasi. Karena itu, ketika banyak kendaraan yang mau ke arah titik nol bencana, ini yang saya berharap itu tidak terjadi," paparnya. "Banyak orang yang ke sana (ke titik bencana) itu kendalanya, termasuk mobil-mobil yang ke atas itu yang membuat masalah."

Untuk warga yang ingin menyerahkan bantuan, Cak Thoriq menyebut mereka bisa mendistribusikanya ke posko-posko pengungsian. Sejumlah posko pengungsian memang telah disiagakan di sepanjang jalan raya Pronojiwo.

"Ya kita ini mengharap dengan segala hormat , sudahlah ini banyak posko. Di sana ada posko desa, di sini ada posko teman-teman. Mereka punya kendaraan untuk angkut ke sana," jelasnya. "Nah kalau untuk pembagian untuk angkut ke sananya sesuai posko masing-masing kan bagus. Kalau semua ke sana satu pikap yang ke sana 10 orang ya itu yang membuat semuanya rusak, ruwet yang membuat ruwet."

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts