Temukan Kasus Transmisi Lokal Omicron Pertama, Thailand Pertimbangkan Kembali Wajibkan Karantina
Dunia
Pandemi Virus Corona

Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand Anutin Charnvirakul menyatakan bahwa sejauh ini sudah ditemukan 63 kasus Varian Omicron di negaranya. Satu kasus merupakan transmisi lokal, sedangkan sisanya merupakan kasus impor.

WowKeren - Kementerian Kesehatan Thailand mengumumkan kasus transmisi lokal Varian Omicron pertama di negaranya pada Senin (20/12). Kasus penularan lokal tersebut ditemukan pada seorang wanita yang tertular dari suaminya yang baru kembali dari Nigeria pada bulan November 2021 lalu.

"Dia berpotensi menjadi orang pertama di Thailand yang mendapatkan Omicron dari pelancong luar negeri, suaminya, dan kasus penularan lokal pertama," ungkap pejabat dari Departemen Pengendalian Penyakit, Chakrarat Pittayawonganon.

Menurut Chakrarat, pasangan suami istri tersebut telah mendapatkan vaksinasi COVID-19 AstraZeneca dosis lengkap lengkap. Seorang sopir taksi ditetapkan menjadi kontak berisiko tinggi pasangan tersebut dan kini tengah dikarantina serta menunggu tes COVID-19 kedua pada Rabu (22/12).

Sementara itu, Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand Anutin Charnvirakul menyatakan bahwa sejauh ini sudah ditemukan 63 kasus Varian Omicron di negaranya. Satu kasus merupakan penularan lokal, sedangkan sisanya merupakan kasus impor.



Seiring dengan dilaporkannya kasus penularan lokal Varian Omicron pertama di negara tersebut, Thailand mempertimbangkan untuk memberlakukan kembali karantina wajib bagi pengunjung asing. Kementerian Kesehatan Masyarakat akan mengusulkan penghapusan pengabaian karantina untuk pengunjung yang divaksinasi dan kembali ke karantina hotel dan program "sandbox" yang memungkinkan pergerakan bebas di lokasi tertentu.

Kepada acara televisi Insiden Thailand, Anutin menjelaskan bahwa usulan tersebut didorong oleh kekhawatiran atas penyebaran Omicron. Menurutnya, proposal tersebut akan segera dibuat untuk Gugus Tugas COVID-19 pemerintah.

Sebagai informasi, Thailand telah dibuka kembali untuk pelancong asing pada bulan November 2021 lalu. Pembukaan tersebut mengakhiri hampir 18 bulan kebijakan masuk ketat yang berkontribusi pada runtuhnya pariwisata.

Di sisi lain, Varian Omicron kini telah menimbulkan kekhawatiran di berbagai negara. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan jika di negara-negara dengan penularan lokal yang terdokumentasi, jumlah kasus berlipat ganda dalam 1,5 hingga 3 hari.

Pada Sabtu (18/12), PBB mengungkapkan bahwa Varian Omicron telah terdeteksi di 89 negara. WHO melaporkan bahwa varian yang satu ini menyebar dengan cepat di negara-negara yang justru memiliki tingkat kekebalan populasi tinggi.

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts