Tak Hanya Jisoo, BLACKPINK Juga Terancam Diboikot karena Kontroversi Distorsi Sejarah 'Snowdrop'
TV
Pro Kontra Drama Snowdrop

Para member BLACKPINK tengah menghadapi ancaman boikot dari netizen Korea Selatan karena kontroversi distorsi sejarah dalam drama Jisoo 'Snowdrop'. Berikut penjelasan lengkapnya.

WowKeren - BLACKPINK (Black Pink) terancam diboikot karena kontroversi drama "Snowdrop" yang dibintangi oleh Jisoo. Hal ini berkaitan dengan dukungan yang ditunjukkan oleh para member kepada Jisoo.

Sebelumnya pada Sabtu (18/12), dua member BLACKPINK yakni Lisa dan Rose mengunggah postingan story Instagram yang menunjukkan bahwa mereka tengah menonton drama tersebut. Pada hari konferensi pers "Snowdrop", Rose dan Jennie juga memposting foto Jisoo di Instagram untuk memberikan dukungan.

Meski para member BLACKPINK hanya menunjukkan dukungan sebagai rekan satu grup, mereka tetap dikritik karena pengaruhnya yang besar pada penonton. Kritik netizen menjadi semakin keras karena BLACKPINK terus menyemangati Jisoo saat "Snowdrop" terjebak dalam kontroversi distorsi sejarah.

Sebuah artikel dari Joy News 24 yang dirilis pada Senin (20/12) mengkritik tindakan BLACKPINK dengan terus terang. Joy News 24 menulis, "Yang lebih menyebalkan adalah artis lain menyuarakan dukungan melalui media sosial meski tahu betul tentang distorsi sejarah."

Joy News 24 melanjutkan, "Para member BLACKPINK terus-menerus mengunggah postingan Instagram story untuk mendukung penampilan Jisoo di 'Snowdrop'. Mereka adalah girl grup K-Pop global, tapi secara terbuka mempromosikan drama yang diduga mendistorsi sejarah negara mereka pada penggemar internasional."

Tak hanya BLACKPINK, artikel tersebut juga menyebutkan Jung Yoo Jin yang berperan sebagai Jang Han Na, seorang agen investigasi pertahanan udara dari Badan Keamanan Nasional di "Snowdrop". Pasalnya, Jung Yoo Jin berbagi di Instagram bahwa kenalannya telah menyaksikan episode perdana drama ini.

Terkait hal ini, Joy News 24 berkomentar, "Dalam situasi di mana para korban Badan Keamanan Nasional masih hidup dalam penderitaan emosional, tindakan Jung Yoojin yang membagikan gambar seorang karyawan agensi di media sosial adalah sebuah tragedi yang berasal dari kurangnya pemahaman sejarah. Dia seharusnya malu dengan tindakannya."



Tak Hanya Jisoo, BLACKPINK Juga Terancam Diboikot karena Kontroversi Distorsi Sejarah \'Snowdrop\'

Source: Kbizoom

Karena BLACKPINK adalah salah satu girl grup teratas di industri hiburan Korea, netizen di komunitas online Korea merasa lebih kecewa dari sebelumnya. Tak hanya kehilangan kasih sayang, mereka bahkan berniat untuk memboikot semua hal yang berkaitan dengan grup ini.

"Grup ini benar-benar sudah berakhir sekarang. Mereka akan dicap sebagai grup 'penjual-negara' selama sisa hidup mereka. Yang paling membuatku marah adalah mereka membuat penggemar internasional mendukung drama ini tanpa syarat, tidak peduli bagaimana orang Korea menentangnya," ujar seorang netizen.

"Pengaruh BLACKPINK sangat besar, sehingga tindakan mereka memposting di Instagram bahkan lebih buruk. Sekarang fans internasional sama-sama membela dan memutarbalikkan sejarah negara kita," imbuh netizen yang lain.

"Aku berharap tidak akan melihat mereka lagi di TV Korea," kata netizen yang lain. "Ayo kita boikot segala sesuatu yang berhubungan dengan BLACKPINK dan YG," tambah yang lain. "Inilah mengapa belajar sejarah sangat penting! Pergilah ke luar negeri dan bekerja di sana selama sisa hidupmu," ujar yang lain.

"Apa yang kalian harapkan dari grup yang sebagian besar anggotanya adalah orang asing? Lisa adalah orang Thailand, Rose dan Jennie menghabiskan sebagian besar waktunya di luar negeri. Bahkan Jisoo yang lahir dan besar di Korea berpartisipasi dalam drama itu secara langsung," sahut netizen yang lain.

"Tidak peduli apakah mereka orang asing atau berapa lama tinggal di luar negeri. Mereka setidaknya harus memiliki pengetahuan tentang pentingnya gerakan demokrasi karena telah bekerja di Korea selama itu. Bahkan jika mereka tidak tahu, ketika kontroversi pecah, mereka seharusnya menyadari masalahnya dan tidak melakukan promosi di media sosial," pungkas netizen lainnya.

Sementara itu, petisi nasional yang mendesak penangguhan "Snowdrop" telah memperoleh persetujuan dari 200 ribu orang lebih. Karena itulah pemerintah Korea Selatan wajib mengambil tindakan lebih lanjut terkait masalah ini.

(wk/eval)


You can share this post!


Related Posts