Negara di dunia saat ini tengah mengkhawatirkan penularan kasus COVID-19 varian Omicron. Dengan munculnya varian ini, juga mempengaruhi kegiatan yang telah disusun sebelumnya.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Selasa, 21 Desember 2021 - 13:28 WIB
WowKeren - Pertemuan Forum Ekonomi Dunia (WFE) yang sedianya diagendakan digelar pada 17 hingga 21 Januari 2022 di Davos, Swiss, kini ditunda. Hal ini lantaran situasi yang tidak pasti akan pandemi COVID-19, terlebih adanya ancaman lonjakan kasus COVID-19 varian Omicron.
Maka dari itu, pada Senin (20/12), diumumkan bahwa penyelenggaraan Pertemuan Forum Ekonomi Dunia 2022 itu ditunda. WFE menyebut akan "sangat sulit" untuk menjadi tuan rumah pertemuan pada bulan Januari 2022 lantaran kondisi pandemi COVID-19 yang tidak pasti. Kendati demikian, pertemuan disebut dijadwalkan ulang hingga musim panas 2022.
"Para peserta malah akan bergabung dengan seri utama sesi State of the World yang menyatukan para pemimpin global secara online untuk fokus pada membentuk solusi untuk tantangan paling mendesak di dunia," bunyi pernyataan WFE dilansir dari UPI, Selasa (21/12).
Lebih lanjut, WFE menyebut bahwa acara pertemuan tersebut setiap tahunnya diadakan di Kota Resor Ski Davos. Acara ini pun dianggap sebagai landasan hubungan internasional antar negara. Sejauh ini, pertemuan tersebut setiap tahunnya dihadiri oleh para kepala pemerintahan, eksekutif bisnis, hingga aktivis untuk membahas isu-isu global.
Sebelumnya, mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga sempat menghadiri pertemuan WFE sebanyak 2 kali di tahun 2018 dan 2020. Pada tahun 2019, Trump tidak menghadiri pertemuan tersebut lantaran penutupan sebagai pemerintah.
Sementara itu, WFE memperkirakan bahwa Presiden AS saat ini, Joe Biden alam melewatkan pertemuan di bulan Januari mendatang. Sebagai informasi, pertemuan WFE di tahun 2020 digelar secara visual.
Seperti yang diketahui, saat ini negara di dunia tengah mengkhawatirkan penyebaran kasus COVID-19 varian Omicron. Hal ini lantaran Omicron dinilai memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi dibandingkan varian lainnya.
Di AS, diketahui varian Omicron menyumbang 73 persen kasus COVID-19 secara keseluruhan pada pekan lalu. Bahkan disebut menjadi kasus paling dominan di AS saat ini. Hal ini disampaikan oleh Pejabat kesehatan federal AS.
(wk/tiar)