Hapus 'Test & Go'-'Sandbox', Thailand Kembali Wajibkan Turis Asing Karantina Imbas COVID-19 Omicron
Dunia
Pandemi Virus Corona

Temuan transmisi lokal varian Omicron menyebabkan Thailand mengambil langkah tegas dengan menghapus program bebas karantina untuk turis asing per Kamis (21/12).

WowKeren - Berbagai kebijakan pembatasan terus diterapkan menghadapi virus Corona varian Omicron (B.1.1.529). Termasuk Thailand yang sebelumnya mensinyalkan akan mengetatkan regulasi kedatangan pelaku perjalanan internasional yakni dengan memberlakukan kembali karantina.

Kebijakan itu pun diterapkan kembali per Kamis (21/12) hari ini. Dengan demikian, Thailand sudah menutup program perjalanan "Test and Go", di mana pendatang dari luar negeri tidak perlu melakukan karantina apabila terbukti negatif COVID-19 hasil tes PCR pasca kedatangan di Thailand.

Thailand juga memperketat program "Sandbox" yang menjadi daya tarik kedatangan pelaku perjalanan internasional. Lewat program ini, pendatang dari luar negeri tidak perlu karantina dan bisa langsung beraktivitas di lokasi spesifik, misalnya Phuket.

"Setelah 21 Desember, tidak ada lagi pendaftaran untuk (program) 'Test and Go'," ujar Deputi Juru Bicara Pemerintah Thailand, Rachada Dhanadirek. "Hanya ada (program) karantina atau Phuket Sandbox."


Dengan demikian, pelaku perjalanan internasional harus menjalani karantina setibanya di Thailand, kecuali mengikuti program Sandbox yang pendaftarannya pun dibatasi. Di Thailand, karantina untuk pelaku perjalanan internasional berkisar antara 7-10 hari.

Pada kesempatan yang sama, Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-o-cha menjelaskan bahwa kebijakan akan kembali diulas pada Januari 2022 mendatang. "Tidak ada penerimaan kedatangan (dengan program 'Test and Go') sampai situasi kembali diulas pada 4 Januari," tegas Prayuth, dikutip dari Bangkok Post.

Menurut Prayuth, ada 200 ribu pendatang yang sudah mendaftar untuk mengunjungi Thailand dengan mekanisme Test and Go atau Sandbox. Saat ini sudah 110 ribu pendatang yang hadir, dengan 90 ribu sisanya akan tetap diizinkan tiba sesuai mekanisme yang didaftar. Kondisi kesehatan mereka akan terus dipantau setibanya di Thailand.

Prayuth juga berjanji negara telah menyiapkan tenaga kesehatan yang cukup untuk mengatasi varian Omicron. "Dan yang paling penting, walau varian Omicron menyebar dengan cepat, gejalanya lebih bisa dikendalikan dan perawatannya lebih mudah," pungkas Prayuth.

(wk/elva)


You can share this post!


Related Posts