PBB Galang Dana Senilai USD 6,5 Juta Untuk Korban Bencana Topan Rai di Filipina
Dunia

Bencana alam Topan Rai yang melanda Filipina beberapa waktu lalu, mengakibatkan banyak korban jiwa berjatuhan, serta ribuan warga terdampak. Kini PBB tengah menggalang dana bagi korban.

WowKeren - Beberapa waktu lalu, Filipina dilanda bencana alam Topan Rai. Adapun topan ini disebut sebagai yang terkuat di tahun ini. Akibatnya, ratusan korban ditemukan tewas, sementara ribuan orang lainnya mengungsi ke tempat lebih aman.

Kini, Perserikatan Bansgsa-Bangsa akan memulai menyerukan untuk menggalang dan bantuan bagi Filipina senilai USD6,5 juata (setara Rp92,3 miliar) bagi para korban Topan Rai. Hal ini disampaikan oleh Koordinator Organisasi dalam negeri, Gustavo Gonzalez.

"Besok, kami akan meluncurkan di tingkat lokal dengan komunitas internasional yang diwakili di Manila, presentasi kebutuhan kemanusiaan dan rencana prioritas," tutur Gonzalez dalam keterangan pers, Kamis (23/12). "Permintaan finansialnya USD6,5 juta."

Gonzalez menuturkan bahwa nantinya apabila dana telah terkumpul, akan diserahkan kepada 530 ribu orang di daerah yang terkena dampak paling parah Topan Rai. Di antaranya membutuhkan logistik kesehatan, akses ke air minum, dan fasilitas sanitasi.


"Ada momentum untuk dukungan penuh," lanjut Gonzalez. "Sekarang tantangannya adalah semua pengumuman dan solidaritas ini dengan cepat diterjemahkan ke dalam tindakan nyata."

Sebagai informasi, Topan Super Rai telah menghancurkan beberapa bagian Filipina pada pekan lalu. Akibatnya, menyebabkan setidaknya 375 orang tewas, dan sebagian besar wilayah di Selatan dan Tengah rantai pulau. Selain itu badai juga menghancurkan rumah, menumbangkan pohon, serta memadamkan listrik di banyak kota di seluruh negeri.

Terjadinya Topan Rai ini tentu saja meninggalkan kesedihan sendiri bagi warga Filipina, terlebih terjadi menjelang perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Sebagian besar masyarakat merayakan Natal dengan berlibur ke pantai.

Namun akibat dari sapuan Topan Rai tersebut, juga memporak-porandakan pantai. Akhirnya para turis tidak bisa lagi menikmati Natal di pantai dengan berselancar. Salah satu pantai yang disebut sebagai "surga" selancar pun turut terdampak.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait