Sebanyak 400 orang di antaranya mendapat pesan yang menyatakan mereka negatif COVID-19, padahal kenyataannya positif. Kesalahan ini ditemukan pada Minggu (26/12) dan Senin (27/12).
- Elvariza Opita
- Senin, 27 Desember 2021 - 13:58 WIB
WowKeren - Sebanyak 400 warga Australia mendapat hasil negatif yang salah pada Minggu (26/12) kemarin. Namun seolah angka ini belum cukup, Australia kembali melaporkan 995 warga lain dengan kejadian kurang lebih serupa setelah melakukan tes COVID-19 dari fasilitas laboratorium yang sama, yakni di RS St Vincent, Sydney.
Pada Minggu (26/12), Direktur Medis SydPath, Prof Anthony Dodds, menyampaikan permohonan maaf di hadapan media. Pasalnya RS St Vincent di Sydney sudah menyampaikan 400 hasil false negative, atau dengan kata lain ratusan orang tersebut positif COVID-19 namun dinyatakan negatif oleh tenaga medis.
"Karena harus mengerjakan tes dalam jumlah sangat besar, tadi malam kami telah salah mengirimkan pesan kepada 400 pasien yang sudah menjalani swab di pusat pemeriksaan kami pada 22-23 Desember," tutur Dodds, dikutip dari The Guardian. "(Kami) menyatakan mereka negatif COVID. Padahal faktanya orang-orang ini dinyatakan positif COVID."
"Segera setelah kami menyadari kesalahan ini, SydPath segera menghubungi setiap individu," imbuh Dodds. "Tim tanggap darurat kini tengah menginvestigasi penyebab kesalahan ini, yang kami yakini akibat human error. Kami benar-benar meminta maaf atas kesalahan yang sudah kami buat."
Sementara pada Senin (27/12) kejadian serupa kembali dijumpai. Terdapat 995 warga Australia yang mendapat konfirmasi negatif tes COVID-19, padahal nyatanya hasil pemeriksaan mereka belum selesai dianalisis.
Kini ganti RS St Vincent yang menyampaikan permohonan maaf, baik untuk kesalahan kemarin hingga hari ini. RS St Vincent memastikan hasil pasti pemeriksaan COVID-19 untuk 995 orang yang mendapat konfirmasi palsu akan disampaikan maksimal Senin malam.
"Kemarin SydPath mengonfirmasi bahwa lebih dari 400 orang mendapat hasil yang salah, mereka dinyatakan negatif COVID padahal sebenarnya positif," ujar RS St Vincent dalam siaran persnya. RS St Vincent membenarkan bahwa SydPath langsung melakukan respons cepat segera setelah menyadari kesalahan yang terjadi dan memastikan bahwa ke-400 orang tersebut telah menerima hasil positif COVID-19 mereka pada Senin (27/12) pagi.
"Tim tanggap darurat yang menyelidiki penyebab kesalahan ini lalu menemukan hal lain, yaitu mengidentifikasi sekitar 995 orang lagi yang diuji pada 23-24 Desember 2021 telah menerima pesan sebelum waktunya," kata RS St Vincent. "(Pesan) yang memberi tahu bahwa mereka negatif padahal hasil sebenarnya belum ditentukan."
"Semua orang ini telah dihubungi dan diberitahu soal kesalahan tersebut. Mereka telah diberitahu akan menerima hasil tes yang akurat pada Senin malam," lanjut RS St Vincent. "Sekali lagi, kami dengan tulus meminta maaf atas kesalahan ini dan mengakui dampak signifikannya terhadap mereka yang terlibat."
RS St Vincent menyebut human error telah diidentifikasi sebagai penyebab kesalahan dan SydPath sudah menerapkan prosedur untuk memastikan hal serupa tidak terulang di masa depan. RS St Vincent menyatakan insiden serupa belum pernah terjadi di masa lalu dan semua pihak, termasuk SydPath hingga alih patologi di seluruh New South Wales, langsung berpacu dengan waktu untuk mengatasinya.
(wk/elva)