Secara terbuka, seorang staf A yang merupakan bagian dari tim produksi 'Snowdrop' menjelaskan mengenai kontroversi yang beredar di masyarakat. Namun, pernyataannya justru menuai persepsi baru.
- Takiara
- Selasa, 28 Desember 2021 - 08:20 WIB
WowKeren - Sebelum penayangan drama "Snowdrop" JTBC, sudah banyak netizen Korea Selatan yang mengecam atas dugaan jalan cerita mengandung penyimpangan sejarah. Hingga kini, publik masih menuai pro dan kontra karena pihak JTBC terlihat tidak menghiraukan petisi dan kritikan tersebut.
Oleh sebab itu, baru-baru ini anggota staf produksi "Snowdrop" kembali membuka suara atas kontroversi drama tersebut. Pada Senin (27/12), sebuah wawancara dengan salah satu anggota staf produksi drama muncul di pemberitaan sehingga membuat banyak netizen bingung dan menyalakan kembali kontroversi yang sempat padam beberapa waktu.
Menurut wawancara, seorang anggota staf berinisial A mengatakan bahwa 'Snowdrop' merupakan sisi lain dari agen NSA. "Snowdrop adalah proyek yang kami buat mengingat agen NSA juga orang biasa. Ada beberapa adegan yang menyindir pemerintah pada waktu itu tetapi tidak digambarkan sebagai orang yang sangat jahat. Di bagian akhir serial ini, ada adegan-adegan yang terkait dengan insiden tahun 1998 tanpa penggambaran negatif yang kuat dari NSA," tutur seorang staf tersebut.
"Saya merasa seperti kontroversi distorsi sejarah adalah masalah perspektif, bagaimana anda melihat era tahun 1987. 'Snowdrop' menggambarkan NSA dengan pandangan yang netral secara politik tetapi jika ada banyak pemirsa yang tidak senang dengan sudut pandang seperti itu, kesalahpahaman akan terus berlanjut," lanjut A menjelaskan.
Tak lama setelah wawancara itu keluar, banyak netizen berkumpul di komunitas online populer untuk membahas masalah ini. Lebih dari 1.300 netizen berbagi pemikiran mereka dengan mengatakan komentar yang lagi-lagi terbagi atas pro dan kontra.
"Ya, itulah mengapa ini bermasalah", komentar penggemar. "Aku tahu apa yang mereka lakukan lol Ini adalah komedi emas" tulis lainnya. "Ini sama dengan mengatakan Nazi juga orang biasa," komentar netizen lainnya. "Mungkin mereka ingin menunjukkan tentang bagaimana berada di posisi netral. Nyatanya, berada di tengah-tengah seperti itu justru membuat yang kontra marah dan pro terus bentrok," tulis komentar lainnya. "Kurasa dia menjelaskan kembali bahwa drama ini tidak membenarkan apa pun, termasuk NSA sekali pun," tulis lainnya.
Sementara itu, baru-baru ini "Snowdrop" telah mencetak rating yang meningkat sepanjang episode terbarunya tayang. Hal ini menunjukkan meski drama ini penuh dengan kontroversi namun tetap meraup peringkat pemirsa yang tinggi.
(wk/taki)