Ernest Prakasa Ungkap Awal Mula Tertarik ke Komedi, Gara-gara Dicekoki Sang Ayah?
Instagram/ernestprakasa
Selebriti

Ernest Prakasa membagikan cerita mengenai awal mula ketertarikannya di bidang komedi atau lawak. Ernest Prakasa pun mengungkap pengaruh sang ayah akan ketertarikannya pada dunia komedi.

WowKeren - Ernest Prakasa mulai dikenal di dunia entertainment sebagai seorang komika atau stand up komedian hingga akhirnya kini memperluas karier di bindang film. Tapi rupanya Ernest mengaku tak punya darah seni dari orangtuanya. Tapi, Ernest menyebut selalu dicekoki dengan komedi dan lawak sejak kecil oleh sang ayah.

Hal itulah yang membuat Ernest jadi makin tertarik dengan komedi. Hal itu terungkap lewat obrolan Ernest di channel YouTube milik Vincent Rompies dan Desta, Vindest.

"Kalau soal komedi dicekokin dari kecil. Bapak gue itu tipe-tipe bapak-bapak yang kalau kumpul keluarga selalu ngasik jokes bapak-bapak gitu," beber Ernest Prakasa.


Ernest mengungkap jika sang ayah merupakan orang yang suka melontarkan dad jokes saat ada acara kumpul keluarga. Bahkan saking sukanya dengan komedi, ayah Ernest selalu memainkan kaset lawak saat berada di dalam mobil. Hal itulah yang akhirnya membuat Ernest Prakasa semakin tak asing dengan dunia lawak atau komedi.

"Gue dari kecil, kalau di mobil orang nyetel kaset musik, bapak gue itu nyetel kaset lawak. Sersan Prambors, Jayakarta Group, Warkop of course. Bahkan gue pernah diajak nonton Srimulat di Senayan. Pernah gue diajak sama bokap gue pas waktu kecil. Jadi memang sekomedi itu bokap gue," bongkar Ernest Prakasa.

Tapi rupanya Ernest sendiri menilai jika lawakan sang ayah tidak terlalu lucu. Menurut Ernest guyonan sang ayah berada di tingkat standar.

"Tapi bokap lo emang lucu nggak, lo kan sebagai anak tahu lah ya," tanya Desta mengkonfirmasi. "Menurut standar bapak-bapak sih lumayan," pungkas Ernest Prakasa sambil tertawa.

Seperti diketahui, Ernest Prakasa kini sukses menjadi sutradara dan penulis film, terutama genre komedi. Tapi lewat film terbarunya, "Teka Teki Tika", Ernest ingin bereksperimen dengn genre baru.

(wk/amel)


You can share this post!


Related Posts