Dipastikan Untung Besar, Kesuksesan 'The Red Sleeve' di Korea dan Luar Negeri Jadi Sorotan
MBC
TV
Popularitas The Red Sleeve

Pada Kamis (6/1), salah satu media Korea melaporkan jumlah anggaran produksi drama MBC 'The Red Sleeve' beserta keuntungannya. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

WowKeren - Drama MBC "The Red Sleeve" yang dibintangi oleh Junho 2PM dan Lee Se Young mengalami kesuksesan yang luar biasa. Drama ini bahkan ditetapkan sebagai Drama of the Year dalam ajang penghargaan MBC Drama Awards 2021.

Selain jalan cerita dan jajaran pemain, biaya produksi drama ini juga cukup menarik perhatian. Pemirsa pun bertanya-tanya berapa banyak keuntungan yang didapatkan oleh tim produksi karena kesuksesan "The Red Sleeve" juga merambah ke luar Korea Selatan.

Menurut laporan dari Star News pada Kamis (6/1), drama "The Red Sleeve" menelan biaya produksi hingga 16 miliar won (sekitar Rp 191,1 miliar). Karena kesuksesannya, drama ini telah memulihkan lebih dari 50 persen dari total biaya produksinya.

Popularitas "The Red Sleeve" di luar negeri bahkan mengalahkan drama SBS "Now, We Are Breaking Up" yang dibintangi oleh Song Hye Kyo. Pasalnya drama ini berhasil menduduki peringkat teratas di beberapa saluran dan platform OTT dengan ulasan yang baik.

Bahkan sebelum tayang di Korea pada bulan November tahun lalu, "The Red Sleeve" telah terjual ke 20 negara termasuk Indonesia, Jepang, Taiwan, Mongolia, Vietnam, Singapura, Filipina, Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Amerika, Eropa, Timur Tengah, Oseania hingga India.

"The Red Sleeve" juga ditayangkan hampir bersamaan melalui platform dan saluran utama di setiap wilayah, termasuk di beberapa pasar baru seperti Eropa, Timur Tengah, India dan Oseania. Drama ini juga menerima ulasan yang baik dari penggemar drama sejarah di seluruh dunia.

Secara khusus, "The Red Sleeve" memiliki arti yang sangat penting karena merupakan karya yang sukses baik di Korea maupun di luar negeri. Menariknya, lebih dari 50 persen dari biaya produksinya diperoleh melalui penjualan di luar negeri.


Popularitas "The Red Sleeve" di Jepang, Taiwan dan berbagai negara Asia Tenggara lainnya juga sangat membanggakan. Pasalnya, drama ini menempati posisi pertama dalam peringkat menonton platform OTT Taiwan dan juga di saluran Asia Tenggara usai menggeser posisi "Now, We Arew Breaking Up".

Performa "The Red Sleeve" di Korea juga luar biasa karena berhasil memuncaki layanan OTT selama berminggu-minggu. Bahkan jumlah tertinggi pengguna simultan per menit adalah 325 ribu, melampaui drama SBS "Penthouse" season 2.

Kesuksesan "The Red Sleeve" ini turut menarik perhatian dari seorang pejabat Departemen Bisnis Global MBC. Menurutnya, kesuksesan drama ini akan mendatangkan banyak investor bagi MBC.

Pejabat tersebut berkata, "Meskipun ada banyak produksi drama sejarah di antara K-Drama pada tahun 2021, hanya ada satu atau dua proyek yang dianggap telah mencapai hasil yang jelas."

"Secara khusus, "The Red Sleeve" dievaluasi sebagai karya lain yang melanjutkan silsilah drama sejarah mewah MBC dengan arahan trendi PD dan keterampilan akting aktor yang solid. Berkat ini, minat investor terhadap drama sejarah MBC diperkirakan akan meningkat pada tahun 2022," pungkasnya.

Sementara itu, slot tayang "The Red Sleeve" pada Jumat - Sabtu malam akan digantikan dengan "Tracer". Rencananya, drama yang dibintangi oleh Siwan tersebut akan mulai tayang Jumat (7/1) besok.

(wk/eval)


You can share this post!


Related Posts