Papua Dilanda Bencana Hidrometeorologi, Wapres Perintahkan Segera Beri Bantuan Korban Terdampak
https://www.wapresri.go.id/
Nasional

Indonesia saat ini masih dibayang-bayangi oleh sejumlah bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor. Baru-baru ini, Kota Jayapura yang terletak di Provinsi Papua dilanda banjir dan tanah longsor.

WowKeren - Pada Kamis (6/1) malam, Kota Jayapura di Provinsi Papua diterjang bencana banjir dan longsor. Sebanyak 5 distrik diketahui terendam banjir yakni Jayapura Utara, Jayapura Selatan, Abepura, Heram, dan Muara Tami.

Menanggapi adanya bencana hidrometeorologi di Provinsi Papua itu, Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin lantas memerintahkan Kementerian Sosial (Kemensos), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan TNI-Polri untuk bergerak menolong dan memberikan bantuan kepada korban terdampak bencana.

"Supaya segera ditangani mereka yang terkena bencana, pengungsi, dan yang lain," tutur Ma'ruf kepada Media Indonesia, Jakarta, Jumat (7/1).

Lebih lanjut, Ma'ruf mengatakan bahwa mitigasi bencana, khususnya di Papua itu kurang diperhitungkan. Padahal, potensi bencana di Indonesia sendiri tinggi. "Harus ditata perencanaan pembangunan kota dan kesiapan masyarakatnya," tegas Ma'ruf.



Sementara berdasarkan data dari BNPB, sejauh ini terdapat korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi basah yang terjadi di Kota Jayapura itu bertambah menjadi 6 orang. Selain itu, guyuran hujan lebat di wilayah tersebut juga memicu terjadinya tanah longsor.

Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura mencatat ada sekitar 500 orang telah mengungsi ke rumah kerabat terdekat yang lebih aman. Hingga saat ini, BPBD Kota Jayapura, diketahui masih melakukan evakuasi warga yang terjebak banjir.

Selain itu, berdasarkan data yang diberikan oleh Operator Puspadalops BPBD Papua, Nordi menunjukkan bahwa banjir juga merendam kantor Gubernur Papua, serta Rumah Sakit Aryoko. Bahkan ketinggian air mencapai 2 meter.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai kilat/petir yang diikuti angin kencang. Sebab, hal ini bisa memicu terjadinya banjir, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, hingga jalan licin.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts