Positif Ganja, Berikut Ancaman Hukuman Ardhito Pramono Hingga Kemungkinan Adanya Rehabilitasi
WowKeren/Fernando
Selebriti
Ardhito Pramono Narkoba

Ardhito Pramono positif ganja dan terancam mendapat hukuman yang tak ringan. Namun bila terbukti sebagai korban, Ardhito kemungkinan akan diminta untuk menjalani rehabilitasi.

WowKeren - Aktor sekaligus musisi Tanah Air inisial AP yang dikonfirmasi sebagai Ardhito Pramono baru saja ditangkap terkait kasus narkoba. Ardhito ditangkap pada 12 Januari 2022 sekitar pukul 02.00 WIB di kediamannya dengan barang bukti berupa ganja.

"Rabu tanggal 12 Januari 2022 sekitar jam 02.00 WIB di salah satu rumah di daerah Klender, Jakarta Timur," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan saat ditemui WowKeren di Polres Jakarta Barat pada Kamis (13/1). "Tersangka AP, Laki-laki, 26 tahun Pekerjaan : Musisi dan pemain film."

Saat diperiksa, pria berusia 26 tahun dinyatakan positif ganja. Kini, Ardhito masih dalam penyelidikan guna dilakukan langkah hukum selanjutnya. Tentunya kasus narkotika yang menjerat Ardhito cukup membuat masyarakat terkejut bukan main. Pasalnya, Ardhito saat ini tengah berada di puncak kariernya.


Ancaman hukuman untuk kasus Ardhito rupanya tak main-main. Pemilik nama lengkap Ardhito Rifqi Pramono itu menerima ancaman pidana maksimal empat tahun penjara.

Ancaman itu sesuai dengan Pasal 127 ayat 1 huruf A Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Nantinya, Ardhito akan menerima hukuman penjara bila terbukti sebagai penyalahguna narkoba.

"Tersangka dikenakan Pasal 127 ayat (1) huruf (a) Undang — Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, 'setiap penyalahguna narkotika golongan I bagi diri sendiri' dengan ancaman Hukuman penjara paling lama 4 (empat) tahun," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan.

Namun, bila Ardhito dalam persidangan terbukti sebagai korban narkotika maka musisi tersebut akan menjalani rehabilitasi sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kemungkinan Ardhito nantinya akan menerima rehabilitasi medis dan sosial.

"Dalam hal penyalahguna sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dibuktikan atau terbukti sebagai korban penyalahgunaan narkotika, penyalah guna tersebut wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial," lanjut Kombes Pol Zulpan.

(wk/Sisi)

You can share this post!

Related Posts