Bukan Cuma Junho dan Lee Se Young, Sutradara 'The Red Sleeve' Sengaja Perbanyak Kisah Dayang Istana
TV
Popularitas The Red Sleeve

Selain kisah cinta Yi San (Junho 2PM) dan Sung Deok Im (Lee Se Young), 'The Red Sleeve' juga menampilkan porsi cerita dayang istana yang cukup banyak. Ini kata sang sutradara.

WowKeren - Sutradara "The Red Sleeve", Jung Jin In, membicarakan banyak hal saat terlibat wawancara dengan media setempat. Dramanya yang dibintangi Junho 2PM dan Lee Se Young telah menjadi hits yang menarik perhatian banyak pemirsa.

"The Red Sleeve" menceritakan tentang kisah cinta putra mahkota Yi San (Junho) dan dayang istana Sung Deok Im (Lee Se Young). Melewati banyak hal, keduanya berakhir sebagai Raja Jeongjo dan selir kerajaan Uibin Sung yang asmaranya cukup terkenal dalam sejarah.

Bukan cuma kisah cinta dengan Yi San, kehidupan Sung Deok Im di istana sebagai dayang juga merupakan daya tarik "The Red Sleeve". Drama ini menjadi salah satu yang menunjukkan kehidupan dayang dengan hati-hati dan porsi cukup banyak, di mana jarang mendapat sorotan di karya lain. Menerima ulasan baik karenanya, sutradara pun angkat bicara mengenai kehidupan dayang di dalam drama.

"Aku mencoba menggambarkan kehidupan sehari-hari para dayang dari perspektif pekerja kantoran. Tidak peduli seberapa penting keputusan atasanku, kehidupan sehari-hariku terfokus pada pentingnya pekerja keras sebagai bawahan," jelas sutradara Jung Ji In.


"Kehidupan sehari-hari para dayang istana berikut gaya hidupnya diperlihatkan semaksimal mungkin. Aku meminta para aktor yang berperan sebagai dayang istana atau nyonya untuk mengubah sikap dan nada bicara mereka ketika bersama atasan dan teman-teman mereka," beber Jung Ji In.

Terkait chemistry para dayang istana yang merupakan kombinasi dari Lee Se Young, Lee Min Ji, Ha Yulli, Lee Eun Sam dan juga Jang Hye Jin, sutradara mengaku ingin menunjukkan penampilan mereka sebanyak mungkin. Suasana di sekitar mereka pun menurut Jung Ji In sangat menyenangkan.

"Aku ingin menangkap wajah asli aktor dalam karakter mereka para dayang dan Nyonya Seo sebanyak mungkin. Pada awalnya, kami malu-malu, tapi untungnya, kami dengan cepat menjadi dekat dan bisa menciptakan suasana seperti teman dan guru sejati." pungkas sang sutradara.

(wk/inta)

You can share this post!

Related Posts