Nagita Slavina Korban Fitnah Video Syur, Komnas Perempuan Curigai Kekerasan Seksual Cyber?
Instagram/raffinagita1717
Selebriti
Teror Video Panas Nagita Slavina

Nagita Slavina jadi sorotan setelah video syur 61 detik menampilkan wanita mirip dirinya viral. Komnas Perempuan juga ikut buka suara hingga mengungkap kemungkinan adanya kekerasan.

WowKeren - Komnas Perempuan ikut buka suara soal fitnah keji yang menimpa Nagita Slavina. Istri Raffi Ahmad itu kini santer jadi bahan perbincangan gegara video syur 61 detik yang menampilkan wanita mirip dirinya.

Menurut Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah Tardi, video syur itu merupakan salah satu jenis kekerasan siber berbasis gender (KSBG) dalam bentuk morphing. Dalam teknik editing video atau film, morphing adalah perubahan bentuk obyek gambar secara bertahap menjadi obyek lain melalui transisi yang mulus. Namun jika disalahgunakan, maka teknik ini bisa membuat nama baik seseorang jadi tercemar.

"Apa yang menimpa perempuan yang ada dalam editan atau rekayasa video tersebut adalah salah satu jenis kekerasan siber berbasis gender (KSBG) terhadap perempuan, atau juga KBGO dalam bentuk kekerasan seksual berbentuk morphing," kata Siti Aminah. "Yaitu pengubahan suatu gambar atau video dengan tujuan merusak reputasi orang yang berada di dalam gambar atau video tersebut."



Demi mengantisipasi masalah serupa tak terjadi, Komnas Perempuan mengungkap usulan supaya tindakan rekayasa pornografi tersebut dapat diatur dalam Rancangan Undang-undang (RUU) Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang saat ini sedang dibahas oleh DPR.

"Untuk melindungi reputasi perempuan dari tindakan ini, Komnas Perempuan mengusulkan agar rekayasa pornografi ini diatur dalam RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual," terang Siti Aminah. "Karena dimungkinkan hal ini digunakan untuk menjatuhkan nama baik seseorang atau untuk memeras atau untuk kompetisi yang tidak sehat."

Sementara itu, Nagita alias Gigi memilih mengabaikan isu video porno tersebut. Ia justru memilih ibadah sholat hingga mendoakan orang-orang tercinta.

Disisi lain, polisi juga ikut angkat bicara. Polisi memastikan kalau video mirip Nagita itu ternyata palsu.

"Hasil koordinasi dengan Siber Polda Metro Jaya, video itu fake alias palsu, hasil editing," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Wisnu Wardhana. "Makanya kita lihat klarifikasi dari pelapor apakah hasilnya nanti. Ini (video) palsu kan hasil koordinasi. Nanti kita akan sampaikan kepada yang bersangkutan kepada pelapor hasilnya seperti ini."

(wk/riaw)


You can share this post!


Related Posts