Erupsi Gunung Api Bawah Laut Tonga Picu Ombak Besar, 2 Orang di Peru Tewas Tenggelam
Dunia

Menurut Institut Pertahanan Sipil Nasional Peru (Indeci), ada lebih dari 20 pelabuhan di Peru yang ditutup sementara sebagai tindakan pencegahan imbas letusan gunung api bawah laut itu.

WowKeren - Letusan gunung berapi bawah laut di Tonga pada Sabtu (17/1) memicu gelombang tinggi di beberapa pulau Pasifik Selatan. Dua orang bahkan dilaporkan tenggelam di pantai Peru utara akibat gelombang tinggi tersebut.

Menurut Institut Pertahanan Sipil Nasional Peru (Indeci), dua orang korban itu tewas di sebuah pantai yang terletak di wilayah Lambayeque pada Sabtu. Indeci juga mengungkapkan ada lebih dari 20 pelabuhan di Peru yang ditutup sementara sebagai tindakan pencegahan.

Pihak kepolisian Peru mengungkapkan bahwa dua orang korban tenggelam itu ditemukan tewas oleh petugas dari kantor polisi pantai Naylamp. Menurut kepolisian, ombak di wilayah tersebut "tidak normal" dan dinyatakan tidak cocok untuk para pengunjung.

Stasiun TV melaporkan beberapa rumah dan tempat bisnis di daerah pesisir Peru utara dan tengah dibanjiri air laut. Angkatan Laut Peru telah melaporkan bahwa peringatan tsunami dikesampingkan untuk negara tersebut.



Sementara itu, letusan gunung berapi bawah laut tersebut juga membuat kabel internet atau komunikasi bawah laut yang di Tonga terputus. Alhasil, kini Tonga pun menjadi terisolasi dari akses ke dunia luar.

Seorang pejabat dari negara itu mengatakan pada AFP, Senin (17/1), bahwa kemungkinan internet di Tonga bakal terputus hingga berminggu-minggu lamanya. Kabar itu juga dibenarkan oleh pihak Southern Cross Cable Network. Direktur Jaringan Southern Cross Cable Network, Dean Veverka, memperkirakan jika perbaikan untuk kabel yang putus bisa memakan waktu hingga 2 minggu.

Tonga sendiri telah menyerukan bantuan berupa air bersih dan makanan untuk warganya imbas bencana ini. Ketua Parlemen Lord Fakafanua mengatakan bahwa untuk saat ini, masih belum diketahui pasti seberapa besar total kerugian yang ditimbulkan oleh bencana itu.

"Komunikasi tetap terputus dan sejauh mana kerugian terhadap nyawa dan harta benda saat ini tidak diketahui," kata Fakafanua. "Yang kami tahu adalah bahwa Tonga membutuhkan bantuan segera untuk menyediakan air minum dan makanan segar bagi warganya."

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts