Sempat Diteriaki Tapi Tak Diindahkan, Mahasiswa UI Tertabrak KRL dan Terseret 25 Meter Hingga Tewas
Nasional

Insiden itu terjadi kala mahasiswa tersebut menyeberangi perlintasan kereta api Stasiun Pondok Cina, Depok, Jawa Barat. Pada saat itu, palang pintu perlintasan kereta api sudah tertutup.

WowKeren - Seorang mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dilaporkan tewas usai tertabrak Kereta Rel Listrik (KRL) pada Kamis (20/1) siang ini. Insiden itu terjadi kala mahasiswa berinisial BM tersebut menyeberangi perlintasan kereta api Stasiun Pondok Cina, Depok, Jawa Barat.

"Betul (mahasiswa UI), korban meninggal dunia sekitar pukul 13.00 WIB," ungkap Kapolsek Beji Kompol Agus Khoeron.

Diketahui, korban datang dari arah UI menuju Pondok Cina sekitar pukul 13.00 WIB. Pada saat itu, palang pintu perlintasan kereta api sudah tertutup.

Mahasiswa tersebut rupanya sudah sempat diteriaki saksi yang ada lokasi agar tidak menyeberang. Namun korban tetap menyeberangi perlintasan tersebut hingga akhirnya tertabrak kereta. Menurut Agus, korban tertabrak kereta KA 1676 jurusan Jakarta-Bogor yang tengah melintas.

"Korban sempat diteriaki untuk berhenti oleh saksi untuk tidak melintas, korban tidak mengindahkan dan akhirnya tertabrak," papar Agus dilansir Liputan6.com.

Akibatnya, tubuh korban langsung berbenturan dengan kereta tersebut. Tubuh korban terseret KRL dari perlintasan berpalang pintu hingga ke peron Stasiun Pondok Cina.


"Korban terseret sejauh 25 meter dari titik korban saat menyeberang perlintasan," terangnya.

Dari dalam tas korban, diketahui bahwa mahasiswa tersebut merupakan anggota BEM UI Fakultas Farmasi. "Anggota menemukan ID Card milik korban yang ditemukan di lapangan," katanya.

Sejumlah barang milik korban sempat berserakan di lokasi kejadian dan telah diamankan oleh polisi. Pihak kepolisian menemukan dua buah ponsel dan satu buah dompet yang berisi identitas dan uang korban.

Jenazah korban telah dibawa ke RS Polri untuk menjalani pemeriksaan. "Saat ini jenazah korban sudah dibawa ke RS Polri untuk divisum dikarenakan jenazah korban sudah rusak dan tidak dapat dikenali," tukasnya.

Seorang pedagang bakso yang berada di sekitar lokasi kejadian mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, korban berdiri di area dalam perlintasan kereta api kala palang pintu telah tertutup. Menurut pedagang bernama Maman tersebut, korban nekat menyeberang kala KRL dari arah Jakarta sudah dekat.

"Korban itu posisinya sudah ada di dalam perlintasan, padahal palangnya tertutup," ungkap Maman dilansir Tribun Jakarta. "Terus kayaknya dia maksain menyeberang, padahal kereta yang dari arah Jakarta sudah dekat."

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts