Puluhan Warga di Lebak dan Tasikmalaya Diduga Keracunan Makanan, Seorang Kakek Meninggal Dunia
AP/Kyle Green
Nasional

Sebanyak 85 warga dilaporkan mengalami gejala keracunan di Kabupaten Lebak, Banten. Sedangkan sebanyak 63 warga diduga mengalami keracunan makanan di Desa Sodonghilir, Tasikmalaya.

WowKeren - Dugaan keracunan massal dilaporkan terjadi di Kabupaten Lebak, Banten, dan juga di Desa Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa barat. Di Lebak, sebanyak 85 warga mengalami gejala keracunan usai mengkonsumsi nasi berkat dari toko material bangunan yang baru dibuka pada Jumat (21/1).

Hingga Sabtu (22/1) hari ini, 30 orang di antaranya dinyatakan sudah bisa pulang. Sedangkan 55 warga lainnya masih dalam perawatan dan observasi.

"Kami berharap pasien lainnya segera sembuh dan bisa berkumpul bersama anggota keluarganya," tutur Kepala Puskesmas Cijaku, Sulistyo, dilansir Antaranews pada Sabtu.

Untungnya, hingga kini tidak ada warga yang meninggal dunia akibat keracunan tersebut. Mereka yang mengalami keracunan makanan kebanyakan mengalami gejala pusing, mual, muntah, dan buang air besar.

Pihak puskesmas telah mengambil sampel makanan yang diduga menimbulkan reaksi tersebut. Sampel tersebut dikirim ke laboratorium kesehatan daerah (Labkesda) untuk mengetahui penyebab keracunan tersebut.


"Kami belum bisa memastikan keracunan itu bersumber dari makanan, karena hasilnya belum diterima," ujar kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, dr Firman Rahmatullah.

Sementara itu, sebanyak 63 warga diduga mengalami keracunan makanan di Desa Sodonghilir, Tasikmalaya. Salah satu korban keracunan, yakni seorang kakek berusia 75 tahun, dinyatakan meninggal dunia.

Menurut Kapolsek Sodonghilir, Iptu Uu Mahtum, dugaan keracunan massal diketahui usai ada peningkatan kasus muntah dan diare di puskesmas serta dokter praktik. Beberapa warga juga ada yang melapor ke pembina desa.

"Kemudian kami turun tangan menelusuri kejadian tersebut. Seorang kakek diketahui meninggal, namun ternyata memiliki penyakit penyerta," ungkap Uu.

Setelah ditelusuri, insiden ini bermula dari hajatan yang digelar salah satu warga pada Rabu (19/1). Keesokan harinya, jumlah warga yang mengalami muntah dan diare meningkat. Petugas mencatat ada 63 warga yang mengalami gejala keracunan.

55 orang menjalani rawat jalan, sedangkan tujuh orang lainnya dirawat inap di Puskesmas Sodonghilir. Petugas puskesmas sendiri telah mengambil sejumlah sampel makanan dan tinja untuk diperiksa di laboratorium.

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts