Dokter di Medan Minta Maaf Usai Suntik Siswa SD Dengan Vaksin Kosong, IDI Jadwalkan Sidang Etik
Nasional
Vaksin COVID-19

Dalam video yang beredar, tampak seorang nakes wanita mengeluarkan suntikan dari plastik pembungkus, namun ia tak terlihat mengisi suntikan itu dengan vaksin. Nakes tersebut kemudian langsung menyuntikkannya ke lengan seorang siswa SD.

WowKeren - Video tenaga kesehatan diduga memberi suntikan kosong dalam agenda Vaksinasi COVID-19 anak SD berujung pada permintaan maaf seorang dokter berinisial TGA. Dokter TGA meminta maaf karena telah menyuntikkan vaksin kosong ke siswa SD di Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Medan, Sumatera Utara pada Senin (17/1).

"Kepada pihak Polri, masyarakat, IDI Sumut, dan IDI Medan, saya mohon maaf atas kesilapan yang saya perbuat ini," tutur TGA dalamkonferensi pers di Mapolres Pelabuhan Belawan.

Dalam video yang beredar, tampak seorang nakes wanita mengeluarkan suntikan dari plastik pembungkus, namun ia tak terlihat mengisi suntikan itu dengan vaksin. Nakes tersebut kemudian langsung menyuntikkannya ke lengan seorang siswa SD.

Kekinian, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Medan menyatakan tengah menyiapkan sidang etik oknum dokter dan tim medis yang menyuntikkan vaksin kosong tersebut. "Kita akan lakukan persidangan," tutur Ketua IDI Cabang Medan, dr Wijaya Juwarna, dilansir Antara, Minggu.


Lebih lanjut, Wijaya menjelaskan bahwa pihaknya akan segera memanggil dokter dan tim medis yang terlibat untuk menelusuri kasus suntikan tanpa vaksin itu. Ia pun meminta masyarakat untuk tidak panik dan tetap mengikuti vaksinasi COVID-19 demi melindungi diri serta orang sekitar.

"IDI akan memanggil dokter dan tim medis yang terlibat untuk menelusuri dan mendalami apa yang sebenarnya terjadi di lapangan pada saat itu," papar Wijaya. "Tentunya dari sisi prinsip dan teknis operasional kedokteran."

Untuk para tenaga medis, terutama para vaksinator, Wijaya meminta mereka untuk bekerja sesuai dengan standar dan mengikuti aturan yang ditentukan. "Bagi sejawat yang bertugas sebagai vaksinasi tetaplah bekerja secara profesional," katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Medan, dr Taufik, mengatakan bahwa pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Wali Kota Medan Bobby Nasution. Pasalnya masalah tersebut menjadi atensi Bobby.

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts