Nurul Arifin Kenang Obrolan Terakhir dengan Mendiang Putrinya yang Bikin Nyesek, Apa?
Instagram/na_nurularifin
Selebriti
RIP Putri Nurul Arifin

Nurul Arifin membongkar obrolan terakhirnya dengan mendiang sang putri, Maura Magnalia Madyaratri. Nurul masih sangat ingat kalimat-kalimat pilu yang diucapkan almarhumah putrinya itu.

WowKeren - Nurul Arifin mengakui jika dirinya tidak begitu dekat dengan mendiang putrinya, Maura Magnalia Madyaratri. Disebut Nurul jika Maura lebih akrab dengan sang ayah, Mayong Suryo Laksono.

"Maura sangat dekat sama bapaknya. Kalau yang laki, dekat sama saya. Mereka sendiri mendeskripsikannya seperti itu," ujar Nurul Arifin di rumah duka di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat, Selasa (25/1).

Bahkan saking dekatnya dengan sang ayah, Maura juga ingin mengikuti jejak sang ayah menjadi seorang pengajar di universitas alias dosen. Nurul pun merasa menyesal lantaran selama ini kurang memiliki hubungan dekat dengan putrinya.

"Memang terlambat ya. Cuma maksud saya, kalian kalau jadi orang tua harus dekat sama anak-anaknya. Harus banyak pelukan, karena itu benar-benar bonding buat anak-anak kita," terang Nurul Arifin.

Mengingat hal itu, Nurul sudah merasa sangat merindukan putrinya. Aktris sekaligus politisi ini pun mengungkap obrolan terakhirnya dengan Maura beberapa hari yang lalu sebelum putrinya meninggal dunia.



"Dua malam sebelum terjadi ini, dia datang ke kamar saya. Dia bilang, 'I'm tired, Mother. I'm tired'," tutur Nurul Arifin mengingat kata-kata yang diucapkan oleh mendiang putrinya.

Nurul Arifin menyebut jika Maura Magnalia Madyaratri kecewa pada dirinya sendiri karena tidak bisa memenuhi ekspektasi orang lain. Almarhumah juga seolah dituntut untuk menjadi pribadi yang tidak sesuai dengan jalan hatinya, mengingat ia adalah anak dari seorang politisi.

"Aku tidak bisa memenuhi harapan kamu. Aku nggak bisa seperti kamu, nggak seperti adikku. Aku nggak bisa membahagiakan kamu," kata Nurul Arifin saat menirukan ucapan putrinya.

Nurul Arifin terkejut saat mendengar Maura mengucap hal itu. Ia mengaku tak pernah menganggap Maura lebih rendah dari siapa pun. Jujur saja hatinya tersayat kala mendengar keluhan putrinya itu. "Saya bilang, 'Jangan dibandingkan ya. Setiap orang kan berbeda, Maura'," paparnya.

Sayang, percakapan itu jadi yang terakhir bagi Nurul Arifin untuk bertukar pikiran dengan putrinya. Maura Magnalia Madyaratri berpulang Selasa (25/1) pagi akibat henti jantung. Perempuan berusia 28 tahun itu sempat dibawa ke rumah sakit, tapi nyawanya tak bisa tertolong.

"Kami bawa ke rumah sakit jam 5 pagi, dinyatakan meninggal pada jam 5.37. Jadi, sempat ada waktu 37 menit dan tidak tertolong. Sudah lemas, sudah dingin," tandas Mayong Suryo Laksono, suami Nurul Arifin.

(wk/lara)


You can share this post!


Related Posts