Alasan Nurul Arifin Kuburkan Maura Bersama Rokok dan Botol, Singgung Prestasi Sang Putri
Instagram/na_nurularifin
Selebriti
RIP Putri Nurul Arifin

Nurul Arifin dan keluarga memutuskan untuk menguburkan Maura bersama barang-barang kesayangannya. Bukan hanya rokok dan botol, masih ada lagi barang-barang kesayangan Maura yang lain.

WowKeren - Jenazah Maura Magnalia Madyaratri, putri Nurul Arifin telah dikebumikan di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat pada Rabu (26/1). Pemakaman Maura pun diiringi isak tangis keluarga dan para sahabat.

Uniknya, Nurul menyebut bahwa jenazah sang putri dimakamkan bersama barang kesayangannya seperti rokok, air mineral, hingga sepatu boots. Dalam keterangannya di hadapan awak media, Nurul dan keluarga punya alasan menguburkan Maura bersama barang-barang kesayangannya.

"Itu barang-barang kecintaan dia, air mineral juga kita masukin. Dia sehari minum enam botol, enam liter, jadi dimasukin. Terus rokok kesukaannya, sehari dua pak, terus ada sepatu boots yang memang favoritnya dia, kemana pun dia pergi, mau di kampung, mau di kota selalu pakai," ungkap Nurul usai proses pemakaman.

Ada satu barang kesayangan Maura lagi yang juga ikut dikuburkan bersama almarhumah, yakni buku. Lantaran gemar membaca buku, mendiang Maura disebut punya prestasi yang selalu membuat Nurul bangga. "Terus ada buku, satu buku bacaan dia. Dia senang mambaca, dan selalu juara kalau menulis essay," sambungnya.

Lebih lanjut, Nurul Arifin juga bicara soal keinginan Maura yang belum terwujud, yakni menjadi seorang profesor. Hanya saja, artis senior yang kini terjun ke dunia politik itu meminta putrinya untuk bekerja.



"'Saya mau menjadi profesor' dia bilang gitu. Saya bilang 'kamu ingin kuliah terus kan' pengin jadi dokter, profesor, 'tapi kalau kamu nggak kerja, kapan kamu bisa raih gelarnya'," papar Nurul Arifin.

Pun kini Nurul Arifin merasakan penyesalan yang amat dalam usai kepergian Maura. Pasalnya ia tak menuruti keinginan Maura yang ingin terus sekolah.

"Mungkin dia tidak mau dikejar-kejar untuk kerja, apalagi anaknya suka belajar. Jadi saya juga nyesel juga mendorong-dorong dia kerja karena dia inginnya sekolah terus," ujarnya.

Tak hanya itu penyesalan yang dirasakan oleh Nurul. Ia juga menyesal lantaran tak memiliki banyak waktu dengan keluarga, terutama anak-anaknya, dan malah lebih memilih sibuk bekerja. Nurul menyadari bahwa waktu bersama keluarga adalah sangat penting.

"Waktu itu sangat padat sekali, jadi apa yang dikatakan Dimel (putranya) tadi malam itu sangat memukul saya. Ternyata kamu bisa punya apa saja, tapi kamu tidak punya waktu, semuanya kosong," tandas Nurul mengingat ucapan putranya.

Untuk ke depannya, istri Mayong Suryo Laksono tersebut ingin memanfaatkan banyak waktu bersama keluarga. Ia tak ingin lagi sibuk sendiri dengan waktunya dan mengabaikan keluarga.

(wk/lara)


You can share this post!


Related Posts