Warga 'Kampung Miliarder' Tuban Gelar Demo Tuntut Rekrutmen Kerja, Pertamina Beri Jawaban
Nasional
Kampung Miliarder Tuban

Sejumlah warga yang berasal dari Desa Wadung, Mentoso, Rawasan, Sumurgeneng, Beji, dan Kaliuntu diketahui melakukan aksi unjuk rasa di kantor PT Pertamina GRR Tuban pada Senin (24/1).

WowKeren - Warga di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang sempat menjadi miliarder mendadak belakangan kembali menuai sorotan. Usai memperoleh uang miliaran rupiah hasil ganti rugi pembebasan lahan dari proyek kilang yang digarap PT Pertamina (Persero), sejumlah warga "Kampung Miliarder" tersebut kini justru mengaku menyesal telah menjual lahannya.

Sejumlah warga yang berasal dari Desa Wadung, Mentoso, Rawasan, Sumurgeneng, Beji, dan Kaliuntu diketahui melakukan aksi unjuk rasa di kantor PT Pertamina GRR Tuban pada Senin (24/1). Mereka berunjuk rasa menagih janji Pertamina yang akan memprioritaskan warga lokal sebagai pekerja.

Kekinian, pihak Pertamina GRR memberikan jawaban atas tuntutan demo tersebut. Menurut Presiden Direktur PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP), Kadek Ambara Jaya, pihak perusahaan berkomitmen tinggi untuk proaktif dalam melibatkan tenaga lokal di proses pembangunan kilang minyak tersebut.

Kadek mengungkapkan bahwa hingga land clearing tahap III yang diselesaikan tahun 2021, kilang GRR Tuban sudah melibatkan 300 orang pekerja. 98 persen di antaranya disebut merupakan warga sekitar lokasi proyek.


"Pelaksanaan pekerjaan land clearing tahap ke-1 hingga ke-3 sendiri telah melibatkan lebih dari 600 warga sekitar proyek," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Selasa (25/1).

Menurutnya, rekrutmen tenaga kerja tersebut dilakukan dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku di bidang ketenagakerjaan. Rekrutmen juga dilakukan dengan ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang berlaku.

"PRPP dan Pertamina Project GRR berkomitmen merekrut pekerja yang memenuhi persyaratan dan memenuhi kompetensi yang diperlukan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku," tegasnya.

Untuk memastikan implementasi rekrutmen tenaga kerja dengan baik dan transparan, tutur Kadek, proses rekrutmen pada tahun 2022 didukung oleh PT Pertamina Training & Consulting (PTC). Lebih lanjut, Kadek menjelaskan bahwa setiap tahapan proses rekrutmen diketahui oleh para pemangku kepentingan, termasuk pejabat pemerintah setempat. Pihak Pertamina disebut akan melakukan seleksi untuk kebutuhan tenaga kerja yang memerlukan kompetensi tertentu, sehingga putra daerah yang terpilih nantinya bisa menjadi pekerja yang sehat jasmani dan rohani, disiplin, profesional, kompeten serta berdedikasi tinggi.

"Kami terus berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat lokal seperti tahun sebelumnya," katanya. "Ini merupakan harapan besar kami bahwa para calon tenaga kerja yang kami rekrut dapat menjadi representasi warga Tuban yang membanggakan."

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts