Gelaran Olimpiade Beijing 2022 Sudah di Depan Mata, 3 Desa Untuk Atlet Telah Diresmikan
Dunia
Olimpiade Beijing 2022

Pihak penyelenggara Olimpiade Beijing 2022 yang akan digelar dalam waktu dekat itu selama ini diketahui telah mempersiapkan acara dengan matang, termasuk mengenai penginapan para atlet.

WowKeren - Olimpiade Beijing 2022 dalam hitungan hari akan digelar. Segala persiapan pun telah dimatangkan. Termasuk tempat penginapan untuk para atlet dari luar negeri yang tiba di Beijing. Mengingat digelar di tengah pandemi COVID-19, maka tidak heran jika pada gelaran kali ini, dibutuhkan persiapan yang ekstra.

Pada Kamis (27/1), tiga desa Olimpiade yang diperuntukkan bagi para atlet telah diresmikan. Adapun tiga desa itu, dua di antaranya terletak di Beijing dan satu di Zhangjiakou. Peresmian ini diketahui dilakukan delapan hari sebelum upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin dilaksanakan.

Sementara itu, desa-desa di Distrik Chaoyang dan Yanqing, Beijing, diketahui dapat menampung sekitar 3.500 tempat tidur. Sedangkan di desa Zhangjiakou, bisa menampung sekitar 2.800 atlet dan ofisial tim yang tinggal untuk pertandingan 4-20 Februari mendatang.

Di sisi lain, Desa Chaoyang sebagian besar akan menampung atlet yang berkompetensi dalam olahraga seperti skating. Sementara Desa Yanqing akan menjadi tempat olahraga geser dan atlet ski alpine. Kemudian desa di zona Zhangjiakou akan menjadi tuan rumah bagi para pemain ski, snowboarder, dam pelompat ski.


Sementara untuk tim hoki es wanita Jepang, termasuk di antara mereka yang diharapkan bisa tiba di Desa tersebut pada Kamis (27/1) sore, dengan para pemain yang bersiap untuk pertandingan mereka melawan Swedia pada 3 Februari mendatang di Pusat Olahraga Wukesong.

Selama mempersiapkan Olimpiade Beijing 2022, pihak penyelenggara beserta pemerintah pun terus melaksanakan pemeriksaan massal tes COVID-19 bagi warga sekitar. Hal ini dilakukan dengan harapan saat Olimpiade berlangsung, tidak menjadi klaster penyebaran COVID-19, apalagi ada ancaman varian Omicron yang memiliki tingkat penularan tinggi.

Akan tetapi, tes COVID-19 itu justru memicu rasa "lelah" terhadap warga Beijing lantaran dinilai terlalu sering. Adapun tes yang dilakukan itu bisa terjadi berulang kali setiap minggunya, bahkan setiap harinya.

Meski demikian, tak sedikit juga yang menilai langkah pemerintah untuk melakukan tes COVID-19 massal menjelang pelaksanaan Olimpiade Beijing 2022, sebagai hal baik, demi menjaga keamanan kesehatan bersama.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts