'Snowdrop' Tamat Lebih Cepat dari Perkiraan, Kontroversi Hingga Perolehan Rating Jadi Sorotan
JTBC
TV
Pro Kontra Drama Snowdrop

JTBC memutuskan untuk membuat 'Snowdrop' berakhir lebih cepat daripada rencana sebelumnya. Langkah ini menjadi bahan diskusi media setempat mengenai kontroversi hingga ratingnya.

WowKeren - Meski pada awalnya "Snowdrop" menjadi drama yang cukup dinantikan, perpecahan pendapat mengenai drama ini juga tumbuh subur di kalangan pemirsa. Drama yang dibintangi Jisoo BLACKPINK (BLACK PINK) dan Jung Hae In ini tersangkut kontroversi distorsi sejarah hingga terancam diboikot.

"Snowdrop" sendiri adalah drama romansa putus asa antara Im Su Ho (Jung Hae In) dan Eun Young Ro (Jisoo). Mereka saling jatuh cinta di tengah konspirasi politik dan perang spionase demi kekuasaan.

Baru-baru ini, JTBC mengumumkan bahwa "Snowdrop" memilih tamat lebih awal daripada perkiraannya. Drama ini akan ditayangkan dua episode berturut-turut pada 30 Januari mendatang. Sedangkan sehari sebelumnya episode 14 bakal ditayangkan.

Kontroversi yang membayangi "Snowdrop" muncul setelah sinopsisnya bocor di mana ada penggambaran karakter dari Badan Perencanaan Nasional (ANSP). Saat kontroversi meledak dan ramai petisi untuk memboikot drama ini mencapai 400 ribu tanda tangan, sutradara menyoroti kebebasan berkreasi. Bahkan para sponsor juga sudah mencabut dukungan mereka terhadap drama ini.


Seorang sejarawan Jeon Woo Young ikut mengungkapkan pendapat tentang kontroversi distorsi sejarah. Sejarawan itu beranggapan bahwa jika memang JTBC ingin tetap menayangkan "Snowdrop" maka akan ada kewajiban sosial mengikuti semua orang yang dilibatkan di sana.

Lewat akun media sosialnya, Jeon Woo Yeong mengatakan, "Pencipta mempunyai 'kebebasan mengarang cerita berdasar fakta sejarah', tapi mereka juga punya kewajiban mengambil tanggung jawab sosial dan budaya atas 'penemuan' mereka. Alasan mengapa belum ada karya yang memperindah citra Cho Doo Son atau Yoo Young Chul dan melakukan 'pelanggaran sekunder' terhadap para korban karena 'hukuman sosial' terkait ide ini masih berjalan."

Di sisi lain, para aktivis pendukung Park Jong Cheol yang disiksa sampai tewas pada gerakan demokratiasai Januari 1987 menuding "Snowdrop" punya niat jelas untuk memutarbalikkan sejarah. Hingga pihak tim produksi diminta mempertimbangkan perasaan korban pergolakan di masa itu.

Menanggapi opini publik mengenai "Snowdrop" dan tudingan tersebut, tim produksi menegaskan, "Jika anda terus menonton, kesalahpahaman akan terpecahkan."

Setelah melaju selama 13 episode, "Snowdrop" setia berada di rating di abwah 2 persen sementara perolehan awal mereka adalah 2,9 persen. Terlepas dari kontroversi yang menaunginya, sebagian pemirsa kecewa karena perkembangan alur cerita cenderung lambat. Sehingga drama ini dikhawatirkan akan mengalami kemerosotan rating di episode terakhir.

Meski begitu, sebagian pihak setuju dengan langkah JTBC menarik "Snowdrop" lebih awal dari rencana. Tak bisa dipungkiri bahwa meminta agar drama ini diboikot menimbulkan keprihatinan terkait kebebasan berekspresi. Setidaknya Young Ro cs dapat memperlihatkan keutuhan cerita dan membiarkan publik menjawab anggapan kontroversi tersebut daripada diputus di tengah jalan.

(wk/inta)


You can share this post!


Related Posts