Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) sendiri lantas mengumpulkan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Ukraina mengingat kondisi yang makin genting.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 25 Februari 2022 - 13:35 WIB
WowKeren - Rusia telah resmi melancarkan operasi militer ke Ukraina sejak Kamis (24/2). Ledakan terdengar di Ibu Kota Ukraina, Kyiv, dan kota-kota lainnya hingga membuat warga terpaksa berlindung di shelter.
Kekinian, Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Ukraina, Ghafur Dharmaputra, mengungkapkan suasana mencekam di Kyiv usai Rusia memutuskan untuk memulai serangan. Menurut Ghafur, ledakan terjadi di berbagai tempat.
"Terjadi ledakan di sini dan di sana," tutur Ghafur kepada CNN Indonesia pada Jumat (25/2).
Serangan Rusia tersebut membuat warga Ukraina berhamburan dan mengungsi ke tempat yang dianggap lebih aman. Stasiun bawah tanah di Kyiv bahkan dijadikan bunker dadakan dan dipenuhi oleh warga yang telah membawa perbekalan.
Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) sendiri lantas mengumpulkan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Ukraina mengingat kondisi yang makin genting. "Kami kumpulkan warga negara Indonesia yang berada di Kyiv dan sekitarnya di KBRI," papar Ghafur.
Meski demikian, ia tidak mengungkapkan secara rinci terkait evakuasi WNI tersebut. Ia mengaku masih terus memantau perkembangan situasi di Ukraina.
"Pelaksanaan evakuasi masih tunggu situasi kondisi," tambahnya.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri mengaku telah menjalankan "rencana kontingensi" untuk melindungi WNI di Ukraina. Direktur Perlindungan WNI Kemenlu, Judha Nugraha mengatakan bahwa pihaknya melalui KBRI Kyiv telah menjalin kontak dengan 138 WNI di Ukraina.
Berdasarkan komunikasi yang dilakukan melalui grup WhatsApp, pihaknya mendapatkan informasi bahwa WNI dalam kondisi aman dan mereka tetap tenang. Judha mengungkapkan bahwa Kemenlu juga telah menyusun rencana kontingensi dengan KBRI di kota-kota lain seperti Warsawa, Bratislava, Bucharest, dan Moskow untuk memberikan perlindungan bagi WNI yang ada di sana.
Di sisi lain, Presiden Joko Widodo sudah sempat menyerukan bahwa perang harus dihentikan. Seruan tersebut diunggah ke akun media sosial resmi Jokowi pada Kamis kemarin, bertepatan dengan momen Rusia mulai menyerang Ukraina.
"Setop perang. Perang itu menyengsarakan umat manusia, dan membahayakan dunia," cuit Jokowi.
(wk/Bert)