Pertempuran antara Rusia dengan Ukraina tampaknya semakin menjadi-jadi. Rusia bahkan disebut telah menguasai beberapa kota, termasuk kota besar di Ukraina, Kherson.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Kamis, 03 Maret 2022 - 10:51 WIB
WowKeren - Pada Rabu (2/3), Wali Kota Kherson, Ihor Kolykhaiev menyampaikan sebuah kabar tidak baik. Kolykhaiev mengkonfirmasi bahwa Kherson menjadi kota besar pertama Ukraina yang jatuh ke tangan Rusia.
Melalui Facebook-nya, Kolykhaiev meminta kepada seluruh masyarakatnya untuk mematuhi "orang-orang bersenjata yang datang ke administrasi kota". Kherson sendiri diketahui merupakan rumah bagi 290 ribu orang, yang letaknya berjarak 300 mil selatan dari Kyiv.
Kota Kherson disebut penting secara strategis, lantaran terletak di teluk Laut Hitam 260 mil sebelah barat daerah kantong separatis Donetsk. Padahal, sebelumnya, Kolykhaiev bersikeras bahwa kota Kherson tetap berada di bawah kendali Ukraina, namun sekarang telah jatuh.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam sebuah video yang dirilis pada Kamis (3/3) dini hari, menilai bahwa yang optimis tentang perang dan menyerukan Ukraina untuk mempertahankan perlawanan. "Kami adalah orang-orang yang dalam seminggu telah menghancurkan rencana musuh," tutur Zelenskyy dalam video yang beredar di media sosial.
"Mereka tidak akan memiliki kedamaian di sini. Mereka tidak akan punya makanan. Mereka tidak akan memiliki satu saat pun tenang di sini," ujar Zelenskyy. "Jika mereka pergi ke suatu tempat, maka hanya sementara. Kami akan mengusir mereka."
Meski demikian, dalam video tersebut, Zelenskyy tidak menyinggung mengenai Rusia yang disebut telah menguasai beberapa kota, termasuk Kherson. Ia hanya menegaskan bahwa pertempuran itu menurunkan moral tentara Rusia, di mana mereka diketahui pergi ke toko kelontong dan mencoba mencari sesuatu untuk dimakan.
Dalam video yang beredar luas di media sosial menunjukkan bahwa tentara Rusia terlihat menjarah kota-kota yang mereka lewati. Bahkan beberapa mengklaim bahwa orang Rusia yang ditangkap ditemukan dengan ransum yang telah habis masa berlakunya pada tahun 2015 silam.
Di sisi lain, pejabat Barat dilaporkan telah mengatakan bahwa mereka meyakini beberapa tentara muda Rusia tidak ingin berperang dan menyabotase kendaraan mereka dengan melubangi tangki bensin. Zelenskyy pun mengusir tentara Rusia dengan mengatakan Ukraina tak ingin ditutupi dengan tentara negara tersebut.
Pada Rabu (2/3), Kherson disebut memang tengah menjadi fokus pertempuran sengit. Bahkan pejabat AS mengatakan kepada The Associated Press, mengenai pandangannya akan Kherson yang menjadi kota sangat diperebutkan. Menaggapi hal ini, Kolykhaiev mengatakan bahwa tentara Rusia berada di kota dan datang ke gedung administrasi kota.
Pada saat itu, Kolykhaiev mengatakan bahwa pihaknya meminta tentara Rusia untuk tidak menembak warga sipil dan mengizinkan kru untuk mengumpulkan mayat-mayat di jalanan. Ia juga mengatakan Kherson tidak memiliki pasukan, yang ada hanya warga sipil.
(wk/tiar)