Peran Kolak dalam Penyebaran Agama Islam di Indonesia
Instagram/eddriantjhia
SerbaSerbi

Hidangan kolak yang identik dengan bulan Ramadan ternyata memiliki peran penting dalam proses penyebaran Islam di Pulau Jawa. Lantas, seperti apa asal usul kolak dan perkembangannya dari waktu ke waktu?

WowKeren - Menurut sejarawan Fadly Rahman yang menulis buku "Jejak Rasa Nusantara: Sejarah Makanan Indonesia", kolak kemungkinan berasal dari kata "Khalik" yang berarti Sang Pencipta. Kata ini dipilih agar masyarakat bisa lebih dekat dengan Sang Pencipta dan bersyukur atas segala pemberian-Nya.

Setiap bahan pembuatan kolak juga memiliki makna penting yang erat kaitannya dengan ajaran Islam. Bahan pertama yang biasa dibuat isian umum kolak adalah pisang kepok. Kepok di sini memiliki makna kapok yang berarti bahwa masyarakat diharuskan untuk kapok atau jera dalam berbuat dosa.

Isian berikutnya adalah ubi, sebuah tumbuhan yang ditanam di dalam tanah. Orang Jawa biasa menyebutnya dengan polo pendem atau terpendam di dalam tanah. Dalam hal ini, para Wali mengingatkan masyarakat bahwa hidup ini hanyalah sementara, karena pada akhirnya kita semua akan sama seperti ubi yang terpendam di dalam tanah.

Bahan kolak berikutnya yang memiliki makna penting adalah santan. Santan dalam bahasa Jawa disebut dengan santen yang merupakan kependekan dari pangapunten atau maaf. Dengan demikian, kolak diharapkan jadi pengingat agar masyarakat senantiasa meminta maaf atas segala kesalahan yang telah diperbuatnya.

Pada akhirnya, etimologi dan tafsir di atas memiliki tujuan yang mulia yakni menjadikan kolak sebagai media pembelajaran budi pekerti serta memperkuat keyakinan masyarakat terhadap agama Islam. Karena metode yang cukup mudah tersebut, masyarakat dapat memahami agama Islam tanpa kesulitan.

(wk/eval)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait