Setelah sekian lama, Ben Kasyafani mendapatkan peran antagonis yang berlawanan dengan citra di dunia nyata. Begini perbedaan 'Pelangin Untuk Nirmala' dengan sinetron lain.
- Intan Maharani
- Kamis, 07 April 2022 - 18:21 WIB
WowKeren - Sudah lama Ben Kasyafani tidak mengambil peran sebagai tokoh antagonis. Identik dengan citra baik dan family man di dunia nyata, Ben mendapatkan peran seorang ayah yang jahat di "Pelangi Untuk Nirmala" yang tayang di SCTV.
"Pelangi Untuk Nirmala" mengangkat kisah persahabatan dua gadis cilik yaitu Pelangi (Kayla Kalaoun) dan Nirmala (Ciara Nadine Brosnan). Mereka dipertemukan atas upaya ayah tiri Pelangi, Arifin (Ben Kasyafani) berniat menjual dirinya. Sedangkan Nirmala anak orang kaya yang kabur karena merasa ayahnya, Anas (Jonathan Frizzy) terlalu sibuk hingga melewatkan hari ulang tahunnya.
Sebagai seorang ayah, tentunya Ben Kasyafani merasakan tantangan baru ketika harus memerankan tokoh antagonis yang ingin menjual anaknya saat terlilit hutang. Adapun tantangan yang ditemui Ben adalah agar karakternya masih bisa mendapatkan simpati dan aman untuk ditonton anak-anak.
"Jadi tokohnya Arifin sendiri antagonis, dia orangnya kasar, pikir pendek. Tapi secara penceritaan karena kita tayangnya sore dan cerita anak-anak, memang aku membawakannya lebih sedikit bodoh, konyol dan ceroboh. Sehingga menimbulkan efek komedi ke penonton, jadi penonton tidak hanya tegang tapi bisa terhibur kebodohan-kebodohan yang dilakukan oleh Arifin," papar Ben Kasyafani dalam wawancara online yang diikuti WowKeren pada Kamis (7/4).
Ben Kasyafani menganggap penampilannya sebagai Arifin di "Pelangi Untuk NIrmala" adalah sebuah tantangan. Pasalnya, di dunia nyata ia punya anak yang usianya tidak jauh dari Kayla. Sehingga menurutnya, diperlukan unsur lain agar tetap menarik bagi penonton.
"Sudah sekian lama sudah nggak memerankan antagonis. Setelah itu di sini mendapat peran antagonis lagi. Aku sih selalu bilang memerankan tokoh antagonis itu sedikit tricky dan penuh dengan tantangan. Karena antagonis itu menyebalkan dan berpotensi nggak disukai penonton. Kalau penonton nggak suka langsung ganti channel. Jadi kita harus mencari simpatinya, cerita di belakangnya. Sehingga tokoh antagonis tidak menjadi sosok menyebalkan tapi manusia yang menyebalkan," bebernya.
Saat mengetahui cerita tentang ayah yang jahat, Ben Kasyafani sempat berdiskusi dengan sutradara. Setelah ditinjau lebih jauh, ternyata orang-orang yang terlibat hutang bisa melakukan hal bodoh. Ben mengaku ingin mengembangkan aktingnya, mengingat "Pelangi Untuk Nirmala" sendiri adalah sinetron bertema anak-anak pertama untuknya.
"Jadi aku lebih fokus ke seberapa terpojoknya dia terlilit hutang, dikejar renternir, mau dipukul mau dibunuh bahkan. Sehingga dia berpikir singkat dan yang bisa dilakukan ternyata ada orang yang nawarin untuk membeli anaknya sehingga ia bisa mendapatkan uang dengan cepat. Jadi berpikirannya ke arah situ fokusnya. Kayak kita lihat dalam kehidupan sehari-hari kan ada pemberitaan orang terlilit hutang sampai bisa ngerampok bank dan lain-lain jadi kurang lebih kondisi psikologisnya seperti itu," jelas Ben Kasyafani.
Sama-sama menjalani proyek penuh tantangan ternyata Ben Kasyafani tidak ada kesulitan saat membangun chemistry dengan Sheila Riven. Memerankan Alea, tante Nirmala, Sheila mengaku mudah menyelaraskan diri dengan Ben yang sempat bertemu di sinetron lain. Menurut mereka, keakraban di luar lokasi bisa membantu banyak dalam membangun chemistry.
Sedangkan saat berakting dengan Kayla, Ben Kasyafani terbantu untuk mengeksplor karakternya. Hal itu disebabkan Kayla sangat kuat mental ketika berada di tengah adegan yang penuh emosi. Berusia 11 tahun, Kayla Kalaoun tidak pernah sampai menangis karena karakternya dibentak-bentak.
Di sisi lain, para aktris cilik juga dengan mudah membangun chemistry. Sebelum syuting, baik Kayla maupun Chiara sudah mengenal baik sejak tahun 2018. Meski terkadang mereka bertengkar di lokasi syuting, semuanya dapat diatasi dengan main bersama.
Adapun perbedaan "Pelangi Untuk Nirmala" dengan sinetron lain, menurut Ben Kasyafani ada pada alur ceritanya. Sejak awal multi-plotnya sudah berjalan sehingga membuat sinetron ini punya banyak warna.
"Ini multi-plot-nya dari awal udah jadi satu, membuat warnanya macem-macem, termasuk pas ceritain anak-anak, ada drama keluarga, ada komedi, ada cerita kampungnya, ada cerita rakyatnya juga, ada dramanya ada thriller-nya. Sepertinya lumayan lengkap untuk sinetron,"
"Sama sih, yang membedakan ini lumayan lengkap ya. Ada cerita anak-anaknya, ada dramanya juga, ada komedinya juga. Apalagi kalau liat scene-scene-nya Ojon atau Kak Ben suka ketawa-ketawa sendiri. Jadi ada sisi komedinya juga," tutur Sheila Riven.
Sementara itu, aksi Kayla dan Chiara dapa disaksikan di "Pelangi Untuk Nirmala" yang tayang setiap hari. Sinetron ini disiarkan setiap pukul 15:30 WIB.
(wk/inta)