PBB Serukan Keprihatinan Atas Perekrutan Anak-Anak ke Dalam Geng Haiti
Dunia

Fenomena geng hingga saat ini masih melanda Haiti. Bahkan PBB pun dibikin geram lantaran geng-geng tersebut merekrut anak-anak untuk dijadikan bagian dari anggota geng Haiti.

WowKeren - Para pejabat diketahui menuturkan bahwa kekerasan geng meningkat di Ibu Kota Haiti. Bahkan, ribuan orang juga telah mengungsi dan puluhan lainnya tewas saat kekerasan meningkat.

Di samping itu, perekrutan anak-anak oleh geng Haiti tampaknya menyita perhatian dunia, yakni Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). PBB sendiri telah menyatakan keprihatinannya atas perekrutan anak-anak oleh geng-geng Haiti, karena meningkatnya kekerasan di ibu kota, Port-au-Prince, telah memaksa ribuan orang meninggalkan rumah mereka dan membunuh puluhan warga sipil.

"PBB sangat khawatir tentang perekrutan anak di bawah umur di dalam geng, salah satu dari enam pelanggaran serius terhadap hak-hak anak," bunyi keterangan tertulis Kantor Terpadu PBB di Haiti, Rabu (4/5).

Lebih lanjut, Kantor Terpadu menyatakan bahwa PBB di Haiti "mengutuk kekerasan geng bersenjata yang berlangsung sejak 24 April yang mempengaruhi masyarakat di utara dan timur laut Port-au-Prince, yang telah menewaskan puluhan warga Haiti dan melukai serta membuat ribuan lainnya mengungsi".

Sementara itu, satu hari sebelumnya, Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq memperingatkan bahwa kerusuhan tumbuh antara geng di lingkungan Croix-des-Bouquets, Cite Soleil, Bas Delmas dan Martissant. Haq pun memaparkan jumlah korban akibat kekerasan oleh geng-geng Haiti itu.


"Menurut rekan-rekan kemanusiaan kami, kekerasan di komune Croix-des-Bouquets telah membuat lebih dari 1.200 orang kehilangan tempat tinggal … setidaknya 26 warga sipil tewas dan 22 terluka, meskipun angka-angka ini mungkin lebih tinggi," beber Haq dalam sebuah pernyataan.

Sebagaimana diketahui, kekerasan geng telah menjadi masalah di Haiti selama bertahun-tahun, dan semakin memburuk setelah pembunuhan Presiden Jovenel Moise pada Juli 2021 lalu, yang menjerumuskan negara itu ke dalam krisis politik dan sosial yang bahkan lebih dalam.

Pada pekan lalu, dalam sebuah video yang beredar di media sosial, menunjukkan seorang anak pra-remaja bertopeng memegang senjata otomatis kaliber tinggi di Haiti. Adapun lokasi dalam video itu disebut diambil di Martissant, sebuah lingkungan miskin di barat Port-au-Prince yang telah sepenuhnya dikendalikan oleh geng sejak tahun lalu, bocah itu menjelaskan bahwa dia sedang berperang dengan pemimpin geng saingannya.

Terkait dengan kecaman PBB atas dimasukkannya anak-anak oleh kelompok-kelompok kriminal muncul ketika kontrol geng terus menyebar ke pinggiran utara dan timur kota itu. Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Rabu sore, otoritas perlindungan sipil Haiti memperkirakan bahwa setidaknya 39 orang telah tewas dan 68 terluka antara 24 April dan 2 Mei.

Kemudian, ia juga mengatakan sekitar 9 ribu orang mengungsi dari tiga komunitas di pinggiran kota Port-au-Prince. "Empat puluh delapan sekolah, lima pusat kesehatan dan delapan pasar telah ditutup karena situasi tersebut," bunyi pernyataan tersebut.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait