Menlu AS Antony Blinken Positif COVID-19, Sempat Bertemu Joe Biden?
Dunia
Pandemi Virus Corona

Sejumlah nama tokoh penting di Amerika Serikat (AS) sebelumnya juga sempat dinyatakan positif COVID-19. Kini giliran Menlu AS Antony Blinken yang dinyatakan positif COVID-19.

WowKeren - Dalam penyebarannya, virus COVID-19 tidak pandang bulu, baik orang biasa hingga pejabat sekalipun. Hal ini dapat dilihat dari sejumlah nama-nama tokoh penting yang juga telah terpapar COVID-19.

Pada Rabu (4/5), Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa Menlu Antony Blinken dinyatakan positif COVID-19. Hal ini diketahui setelah Blinken menjalani tes COVID-19 melalui PCR pada Rabu (4/5) sore.

Terkait dengan pengumuman Blinken positif COVID-19 itu disampaikan oleh Juru Bicara Departemen Luar Negeri Ned Price mengatakan dalam sebuah pernyataan. "Sekretaris telah sepenuhnya divaksinasi dan dikuatkan terhadap virus dan hanya mengalami gejala ringan," ujar Price.

Kendati demikian, Price mengatakan bahwa Blinken belum sempat bertemu secara langsung dengan Presiden AS Joe Biden selama beberapa hari. Dengan begitu, Blinken dianggap tidak berkontak dekat dengan Biden. Hal ini berdasarkan dengan pedoman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).



Lebih lanjut, Price menuturkan bahwa Blinken akan mengisolasi di rumah dan mempertahankan "jadwal kerja virtual sesuai dengan pedoman CDC dan konsultasi dengan Biro Layanan Medis Departemen Luar Negeri." "Ia berharap untuk kembali ke departemen dan melanjutkan tugas penuhnya dan melakukan perjalanan sesegera mungkin," terang Price.

Hasil tes COVID-19 Blinken yang menyatakan positif itu diketahui keluar satu hari setelah Wakil Presiden Kamala Harris kembali bekerja secara langsung di Gedung Putih setelah sembuh dari COVID-19. Sebagaimana diketahui, Harris sebelumnya dinyatakan positif COVID-19 pada 26 April lalu.

COVID-19 sendiri telah menyerang sejumlah nama tokoh penting di AS, seperti mantan Presiden Barack Obama yang juga sempat dinyatakan positif. Obama dinyatakan positif COVID-19 pada 13 Maret lalu, dengan gejala ringan.

Kemudian ada juga mantan Ibu Negara AS Hillary Clinton yang dinyatakan positif COVID-19 pada 22 Maret lalu. Sama halnya dengan Obama, Hillary Clinton juga mengalami gejala ringan.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts