Prancis Cabut Aturan Wajib Masker di Transportasi Umum Mulai Hari Ini, Warga Paris Merasa Bebas
Unsplash/Elly Johnson
Dunia
Pandemi Virus Corona

Pandemi COVID-19 di Prancis tampaknya sudah terkendali untuk saat ini. Namun beberapa ahli telah memperingatkan bahwa varian baru kemungkinan akan muncul.

WowKeren - Prancis mencabut kewajiban mengenakan masker di transportasi umum seperti metro, kereta api, dan pesawat mulai Senin (16/5) hari ini. Pekan lalu, Menteri Kesehatan Prancis Oliver Veran telah mengumumkan bahwa masker tak lagi wajib di angkutan umum dan taksi menyusul menurunnya kasus COVID-19 baru-baru ini.

Aturan baru disambut baik oleh warga Paris. "Saya merasa bebas. Bernapas dengan benar dengan masker tidak semudah itu," ujar salah satu warga Paris bernama Jaceula Madimba di metro pada Senin pagi ini.

Sebagai informasi, Prancis sudah mulai melonggarkan aturan ketat soal masker sejak bulan Februari lalu. Meski demikian, Menkes Veran memperingatkan bahwa pelonggaran tersebut bukan berarti pandemi sudah berakhir.

Ia juga bersikeras bahwa penggunaan masker tetap direkomendasikan. Masker dan kartu vaksinasi COVID-19 juga masih diperlukan untuk memasuki rumah sakit.



Sementara itu, pandemi COVID-19 di Prancis tampaknya sudah terkendali untuk saat ini. Namun beberapa ahli memperingatkan bahwa varian baru mungkin akan muncul. Orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah juga telah menyatakan keprihatinan mereka.

"Saya akan terus memakai masker dan mengajak semua orang untuk melakukannya," kata ahli epidemiologi Prancis, Mahmoud Zureik. "Kami saling melindungi satu sama lain, mari kita pikirkan mereka yang mengalami imunosupresi."

Di sisi lain, Uni Eropa sebelumnya telah menyatakan tidak akan lagi merekomendasikan masker medis untuk dikenakan di bandara dan di pesawat mulai minggu ini. Meski demikian, negara-negara anggota Uni Eropa masih dapat mewajibkan penggunaan masker di bandara dan pesawat.

Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa mengatakan pihaknya berharap keputusan bersama, yang dibuat dengan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa, akan menandai "langkah maju yang besar dalam normalisasi perjalanan udara" untuk penumpang dan awak. Pedoman baru ini disebut memperhitungkan perkembangan terbaru dalam pandemi, khususnya tingkat vaksinasi dan kekebalan yang diperoleh secara alami, dan pencabutan pembatasan yang menyertainya di semakin banyak negara Eropa.

"Namun, penumpang harus berperilaku bertanggung jawab dan menghormati pilihan orang lain di sekitar mereka," kata Direktur Eksekutif EASA Patrick Ky. "Dan penumpang yang batuk dan bersin harus sangat mempertimbangkan untuk memakai masker wajah, untuk meyakinkan mereka yang duduk di dekatnya."

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts