Pria itu mengeluh bahwa harganya tidak ditampilkan pada menu di belakang konter. Kesalahan inilah yang membuat bar tersebut harus berurusan dengan polisi.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 19 Mei 2022 - 09:28 WIB
WowKeren - Seorang pelanggan bar kopi di Florence Italia melaporkan ke polisi bar tempatnya minum. Pelanggan itu menelepon polisi setelah dikenakan biaya 2 euro (Rp30 ribu) untuk kopinya yang tanpa kafein di Ditta Artigianale di pusat kota Toskana.
Pria itu mengeluh bahwa harganya tidak ditampilkan pada menu di belakang konter. Kesalahan inilah yang membuat bar tersebut harus berurusan dengan polisi. Bar ini juga terkenal karena pembuatan kopinya dan telah memenangkan beberapa kompetisi.
Alhasil, bar tersebut harus membayar denda sebesar 1.000 euro (Rp15 juta). Francesco Sanapo, pemilik Ditta Artigianale, melampiaskan masalah tentang denda itu di media sosialnya.
Dia menegaskan bahwa kopinya berasal dari perkebunan kecil di Meksiko dan disiapkan dengan sangat hati-hati oleh barista. Dia berdalih, harga kopi itu terpampang di menu digital.
"Mereka mendenda saya karena seseorang tersinggung karena membayar 2 euro untuk kopi tanpa kafein (yang melibatkan proses ekstraksi air)," kata Sanapo dalam sebuah video sambil memegang surat dari polisi. "Bisakah kalian mempercayainya?"
Di Italia, harga rata-rata espreso adalah 1 euro. Namun, lebih dari 70 persen bar menaikkan harga di awal tahun karena masalah rantai pasokan dan panen yang buruk. Kelompok konsumen memperingatkan bahwa harga espreso bisa naik menjadi 1,5 euro rata-rata tahun ini.
"Bahkan hari ini, seseorang sangat kesal sehingga mereka memobilisasi polisi, yang menganggap kami salah karena undang-undang yang sudah ketinggalan zaman," tegasnya lagi. "Undang-undang ini harus diubah karena jika tidak, 99,9 persen bar dan restoran akan dengan mudah melanggarnya."
Sanapo mengatakan bahwa Ditta Artigianale memang kerap mendapat reaksi negatif dan positif namun untuk denda, baru pertama kali ini terjadi. Dia juga tidak habis pikir mengapa ada seseorang yang mempermasalahkan untuk membayar 2 euro untuk secangkir kopi. Terlebih saat ini memang terjadi kenaikan bahan baku.
Cabang Confartigianato di Florence, sebuah asosiasi untuk bisnis kecil menyayangkan hal itu. "Jika pelanggan ini pergi ke London, dia akan melibatkan FBI," kata pelanggan lain yang ikut membela Sanapo.
(wk/zodi)