Taliban Telah Berlakukan Kebijakan Bagi Pembawa Acara TV Wanita Afghanistan Tutupi Wajah Mereka
AP Photo/Ebrahim Noroozi
Dunia

Taliban tampaknya semakin memperkecil ruang gerak wanita di Afghanistan. Pada pekan lalu, Taliban menetapkan kebijakan bagi pembawa berita TV wanita Afghanistan untuk menutupi wajahnya.

WowKeren - Taliban yang saat ini diketahui sebagai penguasa Afghanistan sebelumnya telah mengeluarkan kebijakan bagi seluruh wanita yang keluar rumah wajib menutupi wajah mereka. Aturan ini tampaknya juga berlaku bagi para pembawa berita TV wanita.

Setelah perintah menutupi wajah pembawa acara TV diumumkan pada pekan lalu, hanya beberapa outlet berita yang menaati aturan tersebut. Namun pada Minggu (22/5), tampak sebagian besar pembawa berita TV wanita di Afghanistan telah menutupi wajah mereka saat mengudara.

Sementara itu, Kementerian Informasi dan Kebudayaan sebelumnya mengumumkan bahwa kebijakan tersebut sudah "final dan tidak dapat dinegosiasikan." Namun hal ini mendapat kritikan dari pembawa acara TV wanita.

"Itu hanya budaya luar yang dipaksakan pada kami, memaksa kami untuk memakai topeng, dan itu dapat menimbulkan masalah bagi kami saat menyajikan program kami," ujar Sonia Niazi selaku pembawa acara TV "TOLOnews" Afghanistan, dikutip dari Al Jazeera, Senin (23/5).



Selanjutnya, Niazi mengatakan bahwa untuk pertama kalinya ia merasa "tidak enak badan sama sekali", saat mempresentasikan program. "Keputusan ini tidak dapat diprediksi untuk semua presenter wanita, karena Islam tidak memerintahkan kami untuk menutup wajah kami," ungkapnya.

"Setiap cendekiawan dan tokoh politik Islam menentang keputusan ini," lanjut Niazi. Sementara terkait dengan aturan Taliban yang menyebut bisa menggunakan masker medis sebagai gantinya, Niazi mengaku merasa terjebak dengan perintah untuk menutupi wajahnya.

"Jika keputusan seperti itu dikeluarkan dan dikenakan pada perempuan, maka perempuan di seluruh Afghanistan akan tersingkir, seperti yang kita lihat sekarang bahwa perempuan secara bertahap dihilangkan," terang Niazi.

Sementara itu, dalam aksi solidaritas dengan rekan-rekan perempuan, personel saluran laki-laki menutupi wajah mereka dengan masker, termasuk pembaca berita utama malam. Atas perintah dari Talibat tersebut, juga telah dikonfirmasi oleh seorang pejabat media lokal.

Sebagaimana diketahui, selama terakhir kali Taliban berkuasa di Afghanistan dari 1996-2001, mereka telah memberlakukan pembatasan luar biasa pada wanita, mengharuskan mereka untuk mengenakan burqa yang mencakup semua dan melarang mereka dari kehidupan publik dan pendidikan.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts