Meski Ada Penurunan Kasus, WHO Ingatkan Pandemi COVID-19 Belum Berakhir
AFP
Dunia
Pandemi Virus Corona

WHO melaporkan ada penurunan kasus COVID-19 sejak puncak gelombang Omicron. Meski demikian, WHO menyatakan pandemi COVID-19 di dunia hingga saat ini belum berakhir.

WowKeren - Kondisi pandemi COVID-19 di banyak negara dunia belakangan ini tampaknya menunjukkan semakin baik. Hal ini dapat dilihat dari sejumlah pelonnggaran pembatasan yang telah diberikan oleh banyak negara.

Meski demikian, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan bahwa pandemi COVID-19 belum berakhir, meskipun ada penurunan kasus yang dilaporkan sejak puncak gelombang Omicron. WHO mengatakan kepada pemerintah negara di dunia bahwa "kami menurunkan kewaspadaan kami dengan risiko kami."

Tedros Adhanom Ghebreyesus selaku Direktur Jenderal WHO mengatakan kepada para pejabat yang berkumpul di Jenewa untuk membuka pertemuan tahunan WHO bahwa "penurunan pengujian dan pengurutan berarti kita membutakan diri kita sendiri terhadap evolusi virus." Selain itu, ia juga mencatat bahwa masih hampir 1 miliar orang di negara-negara berpenghasilan rendah yang belum divaksinasi COVID-19.

Sementara itu, Tedros membeberkan bahwa dalam laporan mingguan tentang situasi global, WHO mengatakan jumlah kasus baru COVID-19 tampaknya telah stabil setelah berminggu-minggu menurun, sejak akhir Maret. Meski demikian, jumlah keseluruhan kematian mingguan turun.



Meski ada kemajuan dengan 60 persen populasi dunia sudah divaksinasi, kata Tedros, itu belum berakhir sampai semuanya selesai. "Kasus yang dilaporkan meningkat di hampir 70 negara di semua wilayah, dan ini di dunia di mana tingkat pengujian telah anjlok," terang Tedros.

Kemudian Tedros mengungkapkan untuk kasus kematian yang dilaporkan mengalami peningkatan di Afrika, di mana merupakan benua dengan cakupan vaksinasi terendah. Sementara itu, hanya 57 negara yang merupakan mayoritas negara kaya, telah memvaksinasi 70 persen penduduknya.

Di sisi lain, Tedros menuturkan pasokan vaksin COVID-19 dunia telah meningkat, ada "komitmen politik yang tidak memadai untuk meluncurkan vaksin" di beberapa negara, kesenjangan dalam "kapasitas operasional atau keuangan" di negara lain.

"Secara keseluruhan, kami melihat keragu-raguan vaksin didorong oleh informasi yang salah dan disinformasi," jelas Tedros. "Pandemi tidak akan hilang secara ajaib, tetapi kita bisa mengakhirinya."

Di samping itu, Tedros diperkirakan akan ditunjuk untuk masa jabatan lima tahun kedua pada minggu ini di Majelis Kesehatan Dunia yang merupakan pertemuan tahunan negara-negara anggota WHO.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts