Sebanyak 289 ekor sapi asal bali dikirim ke Jakarta lewat jalur laut temi menghindari penularan PMK. Tak hanya itu, ratusan sapi tersebut juga harus menjalani karantina terlebih dahulu.
- Amelia Nur Fatimah
- Sabtu, 28 Mei 2022 - 12:56 WIB
WowKeren - Akibat penyebaran wabah PMK (penyakit mulut dan kuku) yang meluas, arus perdagangan hewan ternak di Indonesia pun ikut terganggu. Tak jarang, beberapa daerah memilih untuk menolak masuknya hewan ternak dari wilayah lain untuk mencegah penyebaran PMK.
Bali pun punya cara sendiri untuk tetap mengirimkan hewan ternak ke daerah lain di masa wabah PMK saat ini. Sebanyak 289 ekor sapi asal Bali dikirim ke Jakarta melewati jalur laut. Pemanfaatan jalur laut ini untuk menghindari melintasi daerah dengan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK).
Tak hanya itu, sebelum diberangkatkan, sapi-sapi tersebut juga dikarantina selama 14 hari. Hal itu dilakukan untuk menghindari penyakit mulut dan kuku (PMK).
"Sebanyak 289 ekor sapi Bali disertifikasi Karantina Denpasar menuju langsung ke Jakarta melalui wilayah kerja Pelabuhan Celukan Bawang (Kabupaten Buleleng). Sebelum diberangkatkan," ujar Kepala Balai Karantina Pertanian Denpasar, I Putu Terunanegara, Jumat (27/5).
Terunanegara menerangkan bahwa PMK yang merebak di sebagian kabupaten di Jawa Timur dan beberapa kabupaten di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi fokus kesiagaan Balai Karantina Pertanian Denpasar untuk tetap menjaga Bali bebas dari PMK.
Salah satu upaya pencegahan adalah mengatur lalu lintas pengeluaran sapi Bali tanpa melewati daerah wabah, sesuai Surat Edaran (SE) Menteri Pertanian No 02/SE/PK.300/M/5/2022 tentang penataan lalu lintas hewan rentan, produk hewan dan media pembawa lainnya di daerah wabah PMK.
Selain penataan lalu lintas, perlakuan atau tindakan karantina wajib diberlakukan sesuai Surat Edaran (SE) Kepala Badan Karantina Pertanian, Nomor 12950/KR.120/K/05/2022 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap kejadian PMK.
Selain itu, juga sapi harus memenuhi persyaratan bebas PMK dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, serta penyemprotan disinfektan terhadap alat angkut dan sapi.
"Dengan pengiriman sapi lewat kapal laut langsung ke daerah tujuan yang bebas PMK, Karantina Denpasar berkomitmen untuk tetap mencegah penyebaran PMK ke wilayah lain yang masih dinyatakan bebas PMK termasuk Bali sendiri," pungkasnya.
(wk/amel)