Fenomena bubble burst tengah menjadi perbincangan hangat karena dikaitkan dengan PHK massal yang dilakukan oleh beberapa perusahaan startup. Berkaitan dengan hal ini, WowKeren telah merangkum cara mengelola dana darurat jika kalian tiba-tiba di-PHK.
- Eva Lestari
- Kamis, 02 Juni 2022 - 16:37 WIB
WowKeren - Fenomena bubble burst tengah menjadi perbincangan hangat di berbagai media sosial. Hal ini berkaitan dengan tindakan beberapa perusahaan startup (rintisan) yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran terhadap karyawannya. Lantas, apa itu fenomena bubble burst?
Mengutip Investopedia, situs pendidikan investasi yang berpusat di New York City, bubble atau gelembung dapat diartikan sebagai siklus ekonomi yang ditandai dengan naiknya nilai pasar dengan cepat. Gelembung ekonomi ini biasanya disebabkan oleh lonjakan harga aset yang dipengaruhi oleh tingginya perilaku pasar.
Fenomena bubble burst berdampak pada banyak hal tergantung pada sektor ekonomi yang terlibat dan tingkat partisipasinya. Contoh terbaru, fenomena ini terjadi ketika beberapa perusahaan startup seperti Zenius, TaniHub, LinkAja hingga JD.ID melakukan PHK massal dalam rangka penyesuaian bisnis.
Kehilangan mata pencaharian karena di-PHK tentu akan membuat kita sangat terpukul. Terlebih, mencari pekerjaan di masa pandemi Corona bukan perkara yang mudah dilakukan. Kita bahkan berpotensi menganggur dalam waktu yang lama jika tak kunjung mendapat pekerjaan baru.
Oleh karena itu, penting untuk mengelola dana darurat sembari mencari pekerjaan baru agar kondisi finansial kita tetap stabil. Penasaran bagaimana caranya? Simak tips lengkapnya dalam artikel berikut ini:
(wk/eval)1. Sesuaikan Kondisi Keuangan
Langkah pertama yang bisa kamu lakukan untuk mengelola dana darurat adalah dengan menyesuaikan kondisi keuangan. Ketahui cashflow kamu saat ini agar kamu bisa menyesuaikan jumlah uang yang akan kamu sisihkan untuk kebutuhan sehari-hari, menabung, investasi dan juga dana darurat.
Agar lebih efisien, sebaiknya buat pembukuan khusus untuk mencatat aliran uangmu. Hal ini tak hanya berguna untuk memantau pengeluaran, namun juga memudahkanmu menyisihkan uang untuk dana darurat.
2. Tuntukan Budget
Setelah menyesuaikan kondisi keuangan, langkah berikutnya yang bisa kamu lakukan adalah menentukan budget. Idealnya, kamu bisa menyisihkan 5-10 persen dari pendapatan bulanan untuk dana darurat. Setelah mengetahui jumlahnya dengan jelas, kamu bisa mulai menyisihkan uang tersebut.
Selain itu, tak ada salahnya untuk membuat target khusus seperti kamu harus mengumpulkan dana darurat sebesar Rp 5 juta dalam kurun waktu tertentu. Jika kamu sudah memiliki target, maka kamu bisa mengetahui dari mana harus mempersiapkannya.
3. Sediakan Rekening Khusus
Sebaiknya buat rekening khusus untuk dana darurat agar tidak tercampur dengan anggaran lainnya. Pembuatan rekening khusus ini juga bertujuan agar kamu tak mudah tergoda menggunakan dana darurat untuk keperluan sehari-hari.
Sebaiknya gunakan jenis rekening yang tidak mudah diakses atau yang memang dikhususkan untuk menabung. Rekening jenis ini juga biasanya memiliki berbagai fitur menarik yang bisa kamu manfaatkan dengan baik.
4. Kurangi Pengeluaran yang Tidak Perlu
Biasakan untuk mengurangi pengeluaran yang tidak perlu agar kamu memiliki anggaran untuk disisihkan sebagai dana darurat. Salah satu tipsnya adalah dengan mencari alternatif produk dengan harga lebih terjangkau namun menawarkan fungsi dan manfaat yang sama, atau belanja seperlunya saat ada promo.
Ingat, semakin sering menekan pengeluaran, maka semakin banyak pula uang yang bisa kamu sisihkan untuk dana darurat. Selain itu, perilaku ini juga akan membuatmu jadi lebih bijak dalam hal keuangan dan bersikap non-konsumtif.
5. Usahakan untuk Konsisten
Konsistensi sangat dibutuhkan dalam menyisihkan dan mengelola dana darurat. Menyisihkan dana darurat dalam jumlah kecil namun teratur jauh lebih baik daripada menyisihkan uang dalam jumlah besar namun hanya bertahan beberapa bulan.
Untuk melakukan itu, diperlukan komitmen yang tinggi agar kamu tidak mudah menyerah. Tipsnya adalah, jadikan menabung sebagai kebiasaan dan pasang pengingat setiap bulannya agar tidak sampai kelupaan.
6. Pantau Jumlahnya
Tips berikutnya yang bisa kamu terapkan adalah memantau jumlah uang pada rekening dana darurat secara berkala misalnya setiap satu bulan sekali. Dengan melakukan pengecekan rutin, kamu bisa mengetahui jumlah persis uang yang telah kamu sisihkan sebagai dana darurat.
Selain itu, tips ini juga bertujuan untuk membuatmu lebih bersemangat dalam mengumpulkan dana darurat. Terlebih jika kamu memiliki target khusus yang harus dipenuhi dalam kurun waktu tertentu.
7. Terapkan Sesegera Mungkin
Waktu terbaik untuk mulai menyisihkan dana darurat adalah sekarang atau saat ini juga. Sebab semakin lama ditunda, maka akan semakin besar godaan yang akan menghampirimu. Jika sudah demikian, bisa saja kamu tidak akan pernah menyisihkan uang untuk dana darurat.
Demikian tujuh tips mengelola dana darurat yang bisa kita gunakan saat krisis, misal ketika tiba-tiba di-PHK sebagai efek dari fenomena bubble burst. Cukup mudah bukan? Jadi, mari kita terapkan mulai dari sekarang!