Pride Parade Komunitas LGBTQ Diprediksi Bakal Catat Kasus Cacar Monyet Pertama di Thailand
Dunia
Wabah Cacar Monyet

Acara Pride Parade yang digelar untuk menyatukan komunitas LGBTQ diprediksi bakal mendatangkan kasus pertama cacar monyet di Thailand. Merujuk pada apa yang terjadi di Spanyol.

WowKeren - Ancaman wabah cacar monyet kini mulai diwaspadai sejumlah negara. Tak terkecuali Thailand. Di nama sejumlah kasus dugaan cacar monyet sudah mulai muncul.

Sementara itu, seorang pejabat pemerintah memprediksi Thailand akan mencatat kasus cacar monyet pertamanya pada hari Minggu (5/6) mendatang dalam acara Pride Parade resmi pertama negara itu di Bangkok. Parade Bangkok Naruemit Pride rencananya akan melintasi sepanjang Silom Road, dimulai di Kuil Maha Uma Devi di Pan Road, pada pukul 4 sore.

Pride Parade beragenda menyatukan komunitas LGBTQ, aktivis dan sekutu, dan membantu lebih lanjut mempromosikan keragaman seksual dan gender. Serta menjelaskan isu-isu sosial lainnya seperti kesetaraan pernikahan, hak-hak pekerja seks dan aborsi.

Tapi, sementara Pride Parade akan menjadi hari perayaan bagi sebagian besar orang, Jakkaphat Pittayawongarnon, Direktur Jenderal Divisi Epidemiologi, Departemen Pengendalian Penyakit, percaya itu bisa menjadi tempat berkembang biaknya cacar monyet.



Jakkaphat hari ini, Kamis (2/6) mengkonfirmasi negara itu memiliki 3 kasus dugaan cacar monyet yang ternyata adalah infeksi herpes. Mereka yang terinfeksi adalah orang asing dan sudah melakukan perjalanan kembali ke negara masing-masing pada Minggu (29/5) lalu untuk mendapatkan perawatan.

Jakkaphat menyuarakan keprihatinannya menjelang Pride Parade pada hari Minggu mendatang. Mengatakan pertemuan komunitas LGBT dapat menyebabkan wabah cacar monyet, menunjuk pada wabah baru-baru ini di Pride Festival di Spanyol.

“Kasus monkeypox pertama di Thailand mungkin terdeteksi minggu depan di Pride Parade di Bangkok. Orang asing dari berbagai negara akan bergabung dalam acara tersebut, dan mungkin ada beberapa kasus yang pasti," pungkas Jakkaphat.

Direktur mengatakan departemennya ingin menekankan kembali kepada komunitas LGBT dan teman-teman agar mematuhi langkah-langkah Pencegahan Universal seperti yang dilakukan untuk COVID19. Termasuk menjaga jarak sosial karena penyakit ini menyebar melalui kontak dekat.

Jakkaphat ingin peserta yang berisiko tinggi untuk memantau secara ketat kondisi dan gejalanya setidaknya selama 3 minggu setelah acara. Gejalanya meliputi demam tinggi dalam 10 hari pertama, diikuti dengan ruam, yang dikenal sebagai periode infeksi.

(wk/amel)


You can share this post!


Related Posts