Pria yang Viral Ditarik Orangutan Saat Bikin Konten di Kebun Binatang Riau Akhirnya Minta Maaf
Twitter
SerbaSerbi

Menurut pihak pengelola kebun binatang tersebut, insiden itu terjadi pada Senin (6/6). Pria dalam video itu disebut melewati pembatas yang telah dipasang di depan kandang hewan demi membuat konten.

WowKeren - Media sosial dihebohkan oleh video pria yang ditarik orangutan dari balik kerangkeng di Kebun Binatang kasang Kulim, Kampar, Riau. Dalam video tersebut, tampak sang pria berdiri tepat di depan kandang orangutan sebelum kaus hingga kakinya ditarik oleh hewan tersebut.

Seorang pria lain tampak berusaha menolong dengan menariknya menjauh dari cengkeraman sang orangutan. Namun hewan tersebut tak mau melepas cengkeramannya dan terus menarik kaki pria tersebut.

Menurut pihak pengelola kebun binatang tersebut, insiden itu terjadi pada Senin (6/6). Pria dalam video itu disebut melewati pembatas yang telah dipasang di depan kandang hewan demi membuat konten.

"Kejadian kemarin saat jam makan siang. Jadi pengunjung ini buat video melewati pembatas," ungkap Pengelola Kebun Binatang Kasang Kulim Desrizal, dilansir detikcom. "Dia buat konten tanpa izin, tidak ada izin sama petugas. Untungnya enggak terluka karena hanya ditarik saja, kondisi orangutan sudah dewasa, usia 15 tahun."

Kekinian, identitas pria yang ditarik oleh orangutan tersebut terungkap. Pria bernama Hasanal Arifin tersebut menyampaikan permohonan maaf melalui surat pernyataan tertulis dan bermaterai.


"Kami sudah datang ke rumahnya untuk menanyakan apa maksud dia bikin konten kayak gitu. Alhamdulillah, dia sudah menyampaikan maaf melalui video dan minta maaf secara tertulis," jelas Desrizal kepada Kompas.com, Selasa (7/6) malam.

Selain itu, Hasanal juga menghapus video konten orangutan tersebut dari media sosialnya. Pria berusia 19 tahun tersebut mengaku hanya iseng membuat konten lucu dengan orangutan.

"Katanya hanya iseng, tapi kan iseng- iseng membahayakan dirinya. Enggak tahu dia," ujar Desrizal.

Di sisi lain, insiden itu juga membuat tim Balai Besar KSDA Riau melakukan investigasi. Setelah diperiksa, ditemukan bahwa kandang tersebut dinilai memenuhi persyaratan dengan pembatas yang berjarak cukup aman bagi pengunjung. Selain itu, sudah ada papar peringatan agar pengunjung tidak memberi makan satwa atau melewati pagar pembatas yang ada.

Pengelola Kebun Binatang Kasang Kulim pun diminta untuk meningkatkan pengawasan terhadap pengunjungnya secara periodik. Petugas juga diminta untuk menjalani tugas bergilir demi menghindari kejadian serupa di masa depan.

(wk/Bert)


You can share this post!

Related Posts