Sebelum dipolisikan atas dugaan penganiayaan, Iko Uwais sempat terlibat perkelahian dengan orang lain akibat mobilnya dipepet. Namun usai duel, Iko buru-buru menemui mertua dan mengungkap hal ini.
- Ria Susilo Wardhani
- Selasa, 14 Juni 2022 - 12:08 WIB
WowKeren - Iko Uwais jadi sorotan pasca dipolisikan tetangga sekaligus desainer interior bernama Rudi. Pelaporan itu terkait dugaan penganiayaan terhadap Rudi yang diduga dilakukan Iko.
Menariknya, ini bukan kali pertama Iko berkelahi di luar rumah. Ia ternyata sempat memukul orang di masa lalu. Ia kala itu emosi ketika mobil yang ia tumpangi bersama Audy dipepet seseorang.
"Banyaklah (berantem). Sudah kawin sama Audy," kata Iko. "Gue lagi hamil waktu itu. Mobil dipepet, dikejar sama dia. Ditarik (Iko ditarik sama Audy agar tidak terjadi baku hantam)," kata Audy.
Tak lama Iko mengantar Audy serta orangtua untuk pulang ke rumah. Ia lantas pamit untuk pergi ke ATM. Namun Iko tak cuma menuju ATM tetapi juga mengejar pengendara mobil yang sempat ribut dengannya.
"Dia nge-drop bokap, nyokap dulu di rumah," kata Audy. "Dia bilang mau ke ATM sebentar terus habis itu dia gebukin orang."
Setelah melampiaskan emosi, Iko rupanya merasa bersalah. Ia melakukan pengakuan dosa sepulang mengajak duel orang. Karena masih tinggal di rumah mertua, Iko Uwais langsung meminta maaf. Rupanya dibalik sikapnya yang terkesan emosional, Iko masih berusaha bersikap sopan pada orangtua Audy. Ia juga pasrah karena dimarahi Audy setelah kejadian itu.
"Karena waktu masih tinggal sama mertua indah, habis setelah itu gue cium tangan sama nyokap, 'Ma, Ma maafin Ma Iko habis...,' 'Ya Allah Neng udah Neng.' Pokoknya gue minta maafnya, pengampunan dosanya sama mertua gue," tutur Iko. "Iya dimarahin."
Bukan cuma jadi jagoan, Iko sendiri pernah jadi korban pengeroyokan. Kala itu, ia masih sangat muda dan rela babak belur dihajar satu kelas.
"Paling parah (berantem) waktu SMA kelas 3," kata Iko. "Digebukin satu kelas sama kelas sebelah."
Sementara itu, Iko saat ini sudah mempolisikan balik Rudi yang menudingnya melakukan penganiayaan. Perselisihan antara Iko dan Rudi itu bermula dari tawaran jasa desain interior senilai Rp300 juta.
"Rudi ini menyediakan jasa interior dengan kesepakatan Rp 300 juta. Klien kami sudah melakukan pembayaran terhadap terminal I dan termin II dengan total pembayaran Rp 150 juta. Nah, ternyata setelah klien kami bayar Rp 150 juta pun tetap tidak menyelesaikan pekerjaan," kata pengacara Iko, Leonardus Sagala. "Kejadian keributan itu berawal ketika klien kami berusaha mencari tahu keberadaan Rudi ini di mana. Karena, dia ini tidak melakukan penyelesaian terhadap pekerjaan, kewajibannya dia sesuai dengan perjanjian. Pada saat kejadian keributan itu, sebenarnya yang memprovokasi itu adalah Rudi dan istrinya."
Pihak Iko mengklaim kalau Rudi yang lebih dulu menyerang secara fisik. Sebaliknya, Rudi juga mempolisikan Iko dan orang dekatnya, Firmansyah, atas dugaan penganiayaan. Selain itu, Rudi menyentil Iko yang diduga belum melunasi pembayaran transaksi 300 juta.
(wk/riaw)