Penutupan sekolah di Beijing terjadi pada awal Mei lalu, dengan pemerintah meminta siswa untuk beralih ke pembelajaran online di tengah lonjakan kasus COVID-19.
- Zodiak Yanuarita
- Sabtu, 25 Juni 2022 - 18:40 WIB
WowKeren - Shanghai telah menyatakan kemenangannya atas COVID-19 setelah kota ini pertama kalinya melaporkan nol kasus dalam dua bulan. Lalu Beijing, pada Sabtu (25/6), mengumumkan akan mengizinkan sekolah dasar dan menengah untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.
Shanghai sebelumnya telah memberlakukan lockdown pada seluruh kota selama dua bulan, sebelum akhirnya dicabut pada 1 Juni. Bersama dengan Beijing, kota tersebut termasuk di antara beberapa tempat di Tiongkok yang menerapkan pembatasan untuk menghentikan penyebaran gelombang omicron.
Penutupan sekolah di Beijing terjadi pada awal Mei lalu, dengan pemerintah meminta siswa untuk beralih ke pembelajaran online di tengah lonjakan kasus COVID-19 yang ditularkan secara lokal. Mulai 2 Juni, siswa tahun senior di sekolah menengah dan atas sudah diizinkan untuk kembali ke ruang kelas.
Dengan jumlah kasus yang cenderung lebih rendah dalam beberapa hari terakhir, Komisi pendidikan di ibukota pada Sabtu (25/6) mengatakan semua siswa sekolah dasar dan menengah di ibukota dapat kembali ke kelas tatap muka mulai Senin. Sedangkan untuk jenjang taman kanak-kanak, baru akan dibuka mulai awal Juli.
Mulai 27 Juni, kegiatan olahraga untuk kaum muda dapat dilanjutkan di lokasi non-sekolah, sebagaimana dikatakan oleh Biro Olahraga Kota Beijing. Namun, itu hanya akan berlaku di daerah-daerah di mana tidak ada kasus komunitas yang dilaporkan selama tujuh hari berturut-turut.
Shanghai pada hari ini melaporkan tidak ada kasus lokal baru baik yang bergejala maupun tanpa gejala. itu merupakan pertama kalinya pusat ekonomi Tiongkok mencatatnya sejak 23 Februari.
Pada pembukaan di kongres partai kota Ketua Partai Komunis Shanghai Li Qiang mengatakan bahwa pihak berwenang telah memenangkan perang untuk mempertahankan Shanghai melawan COVID-19. Yang mana, hal itu berkat menerapkan instruksi Presiden Xi Jinping, dan bahwa keputusan pencegahan epidemi Beijing sepenuhnya benar. Meski begitu, kota tersebut masih berencana untuk terus melakukan pengujian PCR massal untuk 25 juta penduduknya setiap akhir pekan hingga akhir Juli.
(wk/zodi)