Petani Indonesia Kini Lebih Pilih Jual Sawit ke Malaysia Akibat Harga TBS Nasional Anjlok?
Nasional

Beredar video sawit petani Indonesia yang menjual hasil sawitnya ke Malaysia karena anjloknya harga TBS secara nasional. Sementara, perbedaan harga TBS di Malaysia jauh lebih tinggi dari Indonesia.

WowKeren - Anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit secara nasional masih belum teratasi hingga saat ini. Alhasil, petani pun kini mencari jalan lain dengan menjual sawit ke negara tetangga, Malaysia.

Hal itu diketahui dari sejumlah video yang beredar di media sosial. Salah satunya diunggah akun Instagram, @majeliskopi08. Dalam salah satu postingannya, akun tersebut mengunggah dua video sawit yang hendak dijual ke malaysia menggunakan jalur darat dan air.

"Kita mau bawa buah ke Malaysia, kita bawa hari ini 30 ton, soalnya harga buah di Indonesia seperti kata-katanya Indra Kenz 'Wah murah banget'," kata seorang pria dalam video tersebut.

Dikonfirmasi secara terpisah, Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Gulat Manurung membenarkan aksi penjualan tersebut. Ia mengatakan para petani memang menjual TBS ke Malaysia karena harganya yang lebih tinggi. Penjualan dilakukan para petani sawit di provinsi yang berbatasan dengan negeri tetangga, seperti Kalimantan Utara dan Kalimantan Tengah.


"Memang secara aturan regulasi itu tidak dibenarkan. Tapi mau bagaimana lagi. PKS (pabrik kelapa sawit) banyak sudah menolak TBS pekebun, bahkan sudah banyak yang tutup. Sementara petani sawit harus melanjutkan hidup dan membiayai keluarganya," kata dia kepada CNNIndonesia.com, Senin (4/7).

Gulat menuturkan perbedaan harga yang cukup signifikan menjadi salah satu penyebabnya. Di Malaysia harga TBS masih berada di kisaran Rp 3.500 hingga Rp 4.500 per kg. Sementara harga TBS di Kalimantan Utara dan Kalimantan Tengah hanya sekitar Rp 1.200 hingga Rp 1.600 per kg.

"Negara gak boleh hanya mengimbau-mengimbau, tapi perbaiki mana penyebab utamanya. Semua berpacu dengan waktu, sebelum terlambat," tandasnya.

Sebelumnya para petani sawit telah memperingatkan akan menjual sawit ke Malaysia jika harga nasional masih anjlok. Sejumlah petani kelapa sawit yang tergabung dalam Kelompok Tani Mandiri Sebakis Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, nekat keluar kampung dan menyeberangi lautan, demi mengadu ke DPRD Nunukan.

"Dengan harga Rp 500 per kilogram, beras pun tidak bisa kami beli. Harga pupuk mahal, harga racun tinggi, kalau Indonesia begini, bolehkah kami jual TBS ke Malaysia," pungkas Martadita, salah satu anggota Kelompok Tani Mandiri Sebakis dalam rapat yang digelar di gedung DPRD Nunukan, pada Jumat (1/7) lalu.

(wk/amel)


You can share this post!

Related Posts