Pernyataan Yuri Borisov menegaskan kembali deklarasi sebelumnya oleh pejabat antariksa Rusia mengenai niat negara itu untuk meninggalkan stasiun luar angkasa setelah 2024.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 27 Juli 2022 - 14:52 WIB
WowKeren - Rusia dilaporkan akan menarik diri dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) setelah tahun 2024. Kepala ruang angkasa baru negara itu mengatakan pada Selasa (26/7) jika mereka akan fokus untuk membangun pos orbitnya sendiri.
Keputusan ini muncul di tengah ketegangan tinggi antara Rusia dan Barat terkait invasinya ke Ukraina. Pengumuman yang tidak terduga itu menimbulkan pertanyaan tentang masa depan stasiun luar angkasa yang berusia 24 tahun itu.
Para ahli mengatakan akan sangat sulit bagi Stasiun Luar Angkasa Internasional untuk bisa melanjutkan tanpa Rusia. Bahkan ada yang menyebutnya mimpi buruk. NASA dan mitranya berharap untuk terus mengoperasikannya hingga 2030.
Yuri Borisov, yang ditunjuk bulan ini untuk memimpin badan antariksa Rusia, Roscosmos, mengatakan dalam pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin, "Kami pasti akan memenuhi semua kewajiban kami kepada mitra kami tapi keputusan untuk meninggalkan stasiun setelah 2024 telah dibuat. Saya pikir pada saat itu kita akan mulai membentuk stasiun orbit Rusia."
Adapun Pernyataan Borisov menegaskan kembali deklarasi sebelumnya oleh pejabat antariksa Rusia mengenai niat negara itu untuk meninggalkan stasiun luar angkasa setelah 2024. Itu adalah tahun ketika pengaturan internasional saat ini untuk operasinya berakhir.
Terkait keinginan Rusia untuk meluncurkan stasiun luar angkasanya sendiri, hal itu sudah lama menjadi pembicaraan di antara kalangan pejabat. Mereka mengeluh jika keausan pada ISS yang menua berpotensi membahayakan keselamatan dan dapat mempersulit untuk memperpanjang umurnya.
Melansir Associated Press, Stasiun Luar Angkasa telah lama menjadi simbol kerja tim internasional pasca-Perang Dingin atas nama sains. Namun sekarang proyek itu menjadi salah satu bidang kerja sama terakhir antara AS dan Kremlin.
Pejabat NASA mengatakan mereka belum mendengar langsung dari rekan-rekan Rusia mereka tentang masalah ini. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price menyebut pengumuman itu sebagai perkembangan yang tidak menguntungkan. Juru bicara Dewan Keamanan Nasional John Kirby mengatakan AS sedang menjajaki opsi untuk menangani penarikan Rusia.
(wk/zodi)