Ada Kasus Suspek Cacar Monyet di Jateng, Begini Cara Pencegahannya Pada Anak-Anak Dan Ibu Hamil
Pixabay/TheDigitalArtist
Health
Wabah Cacar Monyet

Sehubungan dengan kemunculan kasus suspek cacar monyet di provinsi Jawa Tengah, tim WowKeren akan menghadirkan beberapa cara pencegahan terhadap penyakit tersebut. Berikut informasi lengkapnya.

WowKeren - Wabah Cacar monyet tengah menjadi perhatian serius masyarakat di berbagai belahan dunia. Meski belum terdeteksi di Indonesia, baru-baru ini muncul kasus suspek Cacar monyet di Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

Setelah dipantau selama beberapa hari, hasil tes kasus tersebut dipastikan negatif. Meski demikian, Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jateng meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman penyakit ini.

Cacar monyet sendiri merupakan penyakit langka yang disebabkan oleh virus monkeypox. Penyakit ini memiliki gejala yang mirip dengan cacar yang muncul setelah 5-21 hari usai terinfeksi.


Gejalanya meliputi suhu tinggi, sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, kelenjar bengkak, menggigil, kelelahan hingga muncul sejumlah ruam di wajah dan bagian tubuh lainnya. Ruam ini biasanya muncul 1-5 hari setelah penderita merasakan gejala pertama.

Di antara kelompok yang paling rentan terserang cacar monyet adalah anak-anak dan ibu hamil. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus saat melakukan pengarahan daring dari Jenewa, 29 Juni lalu.

Dia menyatakan, "Saya khawatir tentang penularan yang berkelanjutan karena itu akan menunjukkan bahwa virus itu membangun diri dan dapat berpindah ke kelompok berisiko tinggi termasuk anak-anak, orang dengan gangguan kekebalan, dan perempuan hamil."

Jika dalam artikel sebelumnya WowKeren telah memaparkan beberapa bahaya cacar monyet, kali ini tim redaksi akan menghadirkan cara pencegahannya. Simak informasi selengkapnya berikut ini.

(wk/eval)

1. Terapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat


Terapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat
Pexels/Tima Miroshnichenko

Cara pertama yang bisa kita lakukan untuk mencegah infeksi cacar monyet adalah dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Kita harus selalu menjaga protokol kesehatan yakni dengan memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan sabun.

Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan sesudah makan, sebelum menyentuh wajah dan setelah keluar dari kamar mandi. Jika berada dalam kondisi darurat, kalian juga bisa menggunakan pembersih tangan yang mengandung alkohol.

2. Hindari Kontak Langsung dengan Hewan Penular


Hindari Kontak Langsung dengan Hewan Penular
Pixabay/17539599

Perlu diketahui bahwa cacar monyet bisa menular dari binatang ke manusia. Karena itulah kita bisa tertular penyakit tersebut jika berdekatan maupun mengkonsumsi daging hewan yang telah terinfeksi cacar monyet.

Oleh sebab itu, cara pencegahan cacar monyet berikutnya adalah dengan menjauhi hewan penular seperti hewan pengerat, marsupial dan primata non-manusia (baik yang mati maupun hidup). Selain itu, kita juga dianjurkan untuk memasak daging hingga benar-benar matang.

3. Batasi Interaksi dengan Suspek atau Pasien yang Sudah Dikonfirmasi


Batasi Interaksi dengan Suspek atau Pasien yang Sudah Dikonfirmasi
Pexels/cottonbro

Langkah berikutnya untuk mencegah penularan cacar monyet adalah dengan membatasi interaksi dengan pasien yang terinfeksi maupun orang lain yang berisiko terinfeksi. Siapapun yang merasakan gejala cacar monyet harus diisolasi sampai hasil tesnya keluar dan menunjukkan hasil negatif.

Jika ada seseorang di sekitar kalian yang merasakan gejala cacar monyet, sebaiknya gunakan alat pelindung diri (APD) saat merawat mereka. Hindari kontak dengan barang yang mereka gunakan maupun benda lain yang mungkin terkontaminasi.

4. Disinfeksi Lingkungan Sekolah dan Rumah Secara Teratur


Disinfeksi Lingkungan Sekolah dan Rumah Secara Teratur
Pexels/Michelangelo Buonarroti

Seperti saat menghadapi pandemi COVID-19, kita juga harus menjaga kebersihan dengan sebaik mungkin agar terhindar dari cacar monyet. Salah satunya dengan rutin melakukan disinfeksi lingkungan sekolah maupun rumah.

Perhatikan beberapa area yang berpotensi besar menjadi sarang penularan seperti lubang maupun sudut dalam rumah yang biasa dilalui oleh tikus. Selain itu, pastikan untuk selalu memiliki cairan disinfektan dan pembersih tangan berbasis alkohol di rumah ya.

5. Bicarakan dengan Pasangan Seksual


Bicarakan dengan Pasangan Seksual
Pexels/Ketut Subiyanto

Cacar monyet juga bisa menular dari kulit ke kulit, sehingga kita perlu membahas masalah ini dengan pasangan. Sebelum memutuskan untuk berhubungan seksual, tak ada salahnya untuk bertanya apakah dia tengah merasakan gejala cacar monyet seperti yang disebutkan di atas.

Jika pasangan kalian merasakan beberapa gejala, apalagi sampai ruam, sebaiknya tunda hubungan seksual untuk sementara waktu. Jangan juga mencium, berpegangan tangan maupun berpelukan dengan mereka sampai kondisinya benar-benar membaik.

6. Periksa Komunitas dan Kelompok Sosial


Periksa Komunitas dan Kelompok Sosial
Pexels/Matheus Bertelli

Selain pasangan, kalian juga harus memastikan hal ini dengan orang-orang di komunitas maupun kelompok sosial yang kalian ikuti. Hal ini penting dilakukan untuk membantu mengurangi penyebaran penyakit langka tersebut.

Bahas isu ini saat sedang berkumpul bersama mereka dan tanyakan apakah mereka merasakan gejalanya. Selain itu, kalian juga bisa memasang tanda informasi tentang penyakit tersebut di ruang perkumpulan maupun menyebarkannya di media sosial agar orang lain menjadi lebih waspada.

7. Konsultasi ke Dokter Jika Merasakan Gejalanya


Konsultasi ke Dokter Jika Merasakan Gejalanya
Pexels/cottonbro

Jangan pernah ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika kalian merasakan gejala cacar monyet atau melakukan kontak erat dengan kasus suspek. Hal ini penting dilakukan agar kalian segera menerima perawatan yang diperlukan, terlepas dari benar tidaknya terinfeksi penyakit tersebut.

Nah itu dia tujuh cara efektif yang bisa kalian lakukan untuk mencegah penularan cacar monyet, sebuah penyakit langka yang patut diwaspadai. Semoga artikel ini bermanfaat ya!


You can share this post!

Related Posts