Tembok GOR Mampang Roboh Tewaskan 2 Pekerja, Dispora DKI Jakarta Sebut Tanggung Jawab Kontraktor
Nasional

Sekretaris Dispora DKI, Rusdiyanto, menjelaskan bahwa insiden itu terjadi saat kontraktor tengah merobohkan bangunan untuk kebutuhan revitalisasi GOR Mampang. Perobohan bangunan itu disebut sebagai bagian dari tindakan penghapusan aset.

WowKeren - Dua orang pekerja proyek revitalisasi Gedung GOR Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, dilaporkan tewas pada Minggu (31/7) siang. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta lantas menyerahkan tanggungjawab kasus robohnya tembok GOR Mampang yang menewaskan dua pekerja itu kepada kontraktor selaku pemenang tender.

"Nah jadi ini kan korban pekerjanya korban yang menang tender nih. Jadi menjadi kewajiban si perusahaan itu," papar Sekretaris Dispora DKI, Rusdiyanto.

Ia menjelaskan bahwa insiden itu terjadi saat kontraktor tengah merobohkan bangunan untuk kebutuhan revitalisasi GOR Mampang. Perobohan bangunan itu disebut sebagai bagian dari tindakan penghapusan aset.

"Memang sengaja dirobohkan. Mau dibangun baru, yang lama kan harus dihapus," jelasnya. "Penghapusan itu artinya bangunan lama dihapus dan itu ditenderkan sudah ada pemenang lelangnya. Itu pihak ketiga pemenang lelangnya yang mengerjakan."

Oleh sebab itu, insiden maut tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor. Mengingat bangunan yang sudah dilelang sepenuhnya menjadi milik pemenang tender.

"Pada saat dilelang, badan aset ini yang punya kewenangan melelang namanya BPAD. Nah, berarti dilelang sudah ditemukan pemenangnya, sudah teken kontrak dan dikerjakan, kan bangunannya sudah menjadi milik pemenang tender. Dibongkar, besinya diambil, sebelumnya sudah ada proses perhitungan nih, dia yang dapat," ujarnya.


Adapun Dispora DKI Jakarta dipanggil polisi untuk dimintai keterangan terkait insiden ini. Menurut Kapolsek Mampang Prapatan Kompol Supriadi, pihak Dispora DKI Jakarta diperiksa pada Jumat (5/8) sore.

"Untuk dimintai keterangan terkait proses lelangnya," katanya.

Pihak kepolisian juga akan melibatkan Tim Puslabfor Polri untuk memastikan dugaan kelalaian dalam insiden tersebut. "Ini kita panggil Puslabfor untuk pastikan apakah ada kelalaian atau bagaimana," ujarnya.

Sementara itu, Supriadi juga mengungkapkan bahwa kedua orang pekerja tewas akibat tertimpa reruntuhan tembok. Kedua korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun sayangnya nyawa mereka tak bisa diselamatkan.

"Itu kan mereka bongkar tembok, tahu-tahu ada angin kenceng terus temboknya roboh timpa mereka," ungkap Supriadi.

Menurutnya, ada empat orang pekerja di lokasi pada saat kejadian. Namun dua pekerja lainnya tidak terkena runtuhan tembok tersebut.

(wk/Bert)

You can share this post!

Artikel Terkait