Pengacara Brigadir J Yakin Bharada E Bukan Pelaku, Komnas HAM Ungkap Ada Keterangan Tak Sinkron
YouTube
Nasional
Penembakan Brigadir J

Pengacara pihak Brigadir J menyebut bahwa Bharada E bukanlah pelaku penembakan yang menewaskan anggota polisi tersebut. Sementara di sisi lain, Komnas HAM mengungkap adanya keterangan tak klop mengenai kronologi kejadian.

WowKeren - Sejumlah temuan yang terungkap dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan disebut membuat misteri kasus kematian Brigadir J semakin terang. Bharada E yang dilaporkan terlibat adu tembak dengan Brigadir J saat kejadian pun kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, pernyataan tak terduga lagi-lagi disampaikan oleh kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamarudin Simanjuntak.

Kamarudin meyakini bahwa pelaku yang menembak Brigadir J bukanlah Bharada E. Selain itu, ia menyebut bahwa tidak ada peristiwa baku tembak seperti yang selama ini dilaporkan oleh pihak kepolisian. Kamarudin menegaskan bahwa pihaknya yakin jika Brigadir J tewas dalam kasus pembunuhan berencana.

"Tidak ada baku tembak, ini murni pembunuhan berencana," ungkap Kamarudin, Sabtu (6/8), mengutip Liputan6.com. "Pelakunya bukan Barada E."

Sementara itu, keterangan dari pihak Komnas HAM tampaknya juga mendukung pernyataan pengacara keluarga Brigadir J. Pihak Komnas HAM mengungkap bahwa tidak ada saksi yang melihat langsung peristiwa baku tembak antara Brigadir J dan Bharada E.


"Riki (ajudan Ferdy Sambo) sebenarnya tidak melihat langsung tembak-menembak itu. Dia katanya melihat Yoshua mengacungkan senjata, kemudian ketika ada suara tembakan dia sembunyi, jadi dia enggak tahu sebenarnya lawan tembaknya Yoshua itu siapa, menurut kesaksian dia," ujar Ahmad Taufan Damanik selaku Ketua Komnas HAM, Jumat (5/8), melansir Merdeka.com.

"Setelah kemudian suara tembakan berhenti, baru dia keluar, dia melihat Yoshua sudah terlungkup, kemudian dia lihat Bharada E turun dari tangga," sambungnya.

Selain itu, Ahmad Taufan Damanik juga menyebut bahwa Komnas HAM mendapat banyak keterangan yang tidak klop atau cocok satu dengan lainnya. Termasuk keterangan yang berubah terkait penodongan senjata yang dilakukan oleh Brigadir J.

"Jadi keterangan bahwa selama ini ada keterangan bahwa Yoshua sedang menodongkan senjata, dalam keterangan mereka, ini enggak ada peristiwa itu, makanya banyak sekali yang tidak klop antara keterangan yang disampaikan di awal dengan yang sudah kami telusuri," pungkas Damanik.

(wk/amel)


You can share this post!

Related Posts