Percintaan Park Eun Bin-Kang Tae Oh di 'Extraordinary Attorney Woo' Mendadak Bikin Khawatir, Kenapa?
ENA
TV
Drama Extraordinary Attorney Woo

Baru-baru ini ketua Jaringan Orangtua Korea untuk Penyandang Disabilitas mengungkap kekhawatirannya terhadap drama 'Extraordinary Attorney Woo'. Simak pernyataan lengkapnya berikut ini.

WowKeren - Sebuah kekhawatiran muncul di tengah kesuksesan drama ENA "Extraordinary Attorney Woo". Baru-baru ini Yoon Jong Sul selaku ketua Jaringan Orangtua Korea untuk Penyandang Disabilitas mengungkapkan bahwa drama ini bisa memicu sterilisasi paksa terhadap penyandang disabilitas wanita.

Hal ini dikaitkan dengan percintaan pengacara autis Woo Young Woo (Park Eun Bin) dengan Lee Jun Ho (Kang Tae Oh). Meskipun Lee Jun Ho adalah seorang pria yang tulus dan mencintai Woo Young Woo apa adanya, kisah serupa belum tentu terjadi di kehidupan nyata.

Secara khusus, Yoon Jong Sul khawatir jika romansa dalam drama ini mengarah pada kejahatan peniru. Dia khawatir jika nanti akan muncul pria yang sengaja mendekati penyandang disabilitas dan hanya ingin memanfaatkan mereka dengan dalih "cinta".

"Ada banyak kasus orangtua yang memaksa anak-anak mereka yang cacat untuk menjalani prosedur sterilisasi karena takut akan terjadi kekerasan seksual pada anak-anak mereka," ungkap Yoon Jong Sul pada News1, Senin (8/8).


Dia melanjutkan, "Perempuan penyandang disabilitas sangat rentan terhadap eksploitasi seksual atau pelanggaran seksual hierarkis. Oleh karena itu, kehamilan dan persalinan mereka dapat ditolak atau disterilisasi di luar kehendak mereka."

Selain itu, ada banyak penyandang disabilitas wanita yang memutuskan untuk melakukan aborsi, terlepas dari niat mereka saat hamil. Hal ini dibuktikan oleh sebuah penelitian yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan dan Kesejahterasan serta Institut Kesehatan dan Sosial Korea.

Menurut survey yang dilakukan terhadap penyandang disabilitas di Korea pada tahun 2020, 100 persen wanita penyandang disabilitas di bawah usia 49 tahun yang sengaja melakukan aborsi mengaku menjalaninya karena rekomendasi orang lain, bukan berdasarkan saran dokter mereka sendiri.

Kendati demikian, ada juga pendapat yang menyatakan bahwa penentuan nasib seksual penyandang disabilitas tidak boleh dikekang secara berlebihan. Sebab ada banyak penyandang disabilitas yang berpacaran, menikah dan membangun keluarga harmonis.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts