Hasil Tes Tunjukkan Teknologi Self-Driving Tesla Gagal Deteksi Anak-Anak di Jalan
Unsplash/Dmitry Novikov
Dunia

Dalam serangkaian tes, seorang test driver profesional menemukan bahwa perangkat lunak yang dirilis pada bulan Juni tersebut gagal mendeteksi sosok berukuran anak-anak.

WowKeren - Sebuah kelompok advokasi safe-technology telah mengeluarkan klaim terkait keamanan pada kendaraan Tesla. Pada Selasa (9/8), kelompok itu mengklaim bahwa perangkat lunak self-driving penuh Tesla merupakan ancaman yang berpotensi mematikan bagi pejalan kaki khususnya anak-anak.

Kesimpulan itu didapat setelah serangkaian tes keamanan yang dilakukan oleh Dawn Project. Tes itu menunjukkan jika versi terbaru dari perangkat lunak Tesla Full Self-Driving (FSD) Beta berulang kali menabrak manekin stasioner seukuran anak di jalurnya.

Klaim bahwa teknologi tersebut tampaknya mengalami kesulitan mengenali anak-anak merupakan bagian dari kampanye iklan yang mendesak publik untuk menekan Kongres agar melarang teknologi mengemudi otomatis Tesla. Ini juga merupakan klaim terbaru dari serangkaian klaim dan investigasi terkait teknologi untuk memukul produsen listrik terkemuka di dunia tersebut.

Dalam serangkaian tes yang dilakukan, seorang test driver profesional menemukan bahwa perangkat lunak yang dirilis pada bulan Juni tersebut gagal mendeteksi sosok berukuran anak-anak pada kecepatan rata-rata 25mph, alhasil, mobil kemudian menabrak manekin.


Pendiri Dawn Project, Dan O'Dowd, menyebut hasilnya ini sangat mengganggu. "Elon Musk mengatakan perangkat lunak Full Self-Driving Tesla adalah luar biasa, tapi tidak. Ini adalah ancaman mematikan bagi semua orang Amerika," ujarnya.

Yang membuatnya khawatir adalah bahwa saat ini sudah ada banyak pengemudi Tesla yang menggunakan teknologi self driving tersebut di jalanan umum. Sedangkan di sana, juga ada banyak anak-anak sehingga hal itu dianggap bisa membahayakan.

"Lebih dari 100.000 pengemudi Tesla sudah menggunakan mode Full Self-Driving mobil di jalan umum," ujarnya. "Menempatkan anak-anak pada risiko besar di komunitas di seluruh negeri."

Menurut O'Dowd, hasil tes itu menunjukkan perlunya melarang mobil dengan teknologi self-driving sampai Tesla membuktikan bahwa kendaraan tersebut tidak akan menabrak anak-anak di penyeberangan. Tesla telah berulang kali membalas klaim bahwa teknologi self-driving-nya terlalu terbelakang untuk menjamin keselamatan baik penumpang mobil atau pengguna jalan lainnya. Awal bulan ini Musk juga mengklaim jika teknologi Full Self-Driving Tesla telah sangat meningkat.

(wk/zodi)

You can share this post!

Artikel Terkait